Rais Syuriyah PWNU Jateng Tekankan Khidmah di NU Kedepankan Adab Pesantren
NU Online · Senin, 11 Mei 2026 | 21:00 WIB
Semarang, NU Online Jateng
Rais Syuriyah Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama Jawa Tengah KH Ubaidullah Shodaqoh menegaskan bahwa pelaksanaan Muktamar NU harus tetap berpijak pada koridor konstitusi organisasi dan mengedepankan adab pesantren. Hal itu disampaikan menyikapi berbagai dinamika yang berkembang menjelang forum tertinggi organisasi tersebut.
Pengasuh Pondok Pesantren Al-Itqon Bugen itu mengatakan bahwa dinamika dalam organisasi merupakan hal yang lumrah, terlebih ketika banyak pihak ingin menunjukkan semangat berkhidmat. Namun demikian, ia mengingatkan agar semangat tersebut tidak keluar dari jati diri Nahdliyin.
"Dinamika itu pasti ada. Kadang orang mau khidmat itu ada yang dengan cara-cara seperti itu dan lain sebagainya. Tapi istilah kami wong Jowo niku, ngunu ya ngunu tapi ojo ngunu (boleh begitu, tapi jangan keterlaluan)," ujarnya, dikutip dari Youtube TVNU pada Senin (11/5/2026).
Kiai Ubaidullah menegaskan bahwa Muktamar merupakan forum konstitusional selama dilaksanakan sesuai Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) serta Peraturan Perkumpulan (Perkum) yang telah disepakati bersama.
Lebih lanjut, ia menyoroti pentingnya etika dalam kontestasi, khususnya dalam pemilihan Ketua Umum. Menurutnya, praktik-praktik yang tidak mencerminkan nilai-nilai santri harus dijauhkan dari arena Muktamar.
“Ada batasan tertentu bagi aktivis NU yang ingin berkhidmat. Harus dengan cara NU, harus dengan adab NU. Kita diharapkan dalam kontestasi nanti, kita memakai adab tersebut sehingga insyaallah setelah Muktamar tidak ada gejolak apa-apa,” tegasnya.
Kiai yang akrab disapa Kiai Ubaid itu juga menyinggung pentingnya keselarasan antara tujuan dan cara dalam perjuangan NU. Ia mengutip kaidah Nashiril Haqq bil Haqq, yakni menegakkan kebenaran dengan cara yang benar.
“Kita tidak bisa menegakkan kebenaran kecuali dengan cara-cara yang benar. Kalau cara kita batil, ya kita tidak bisa memperjuangkan NU secara batin maupun zahir. Itu sangat sulit sekali,” imbuhnya.
Selengkapnya klik di sini.
Terpopuler
1
Khutbah Jumat: Seni Berlapang Dada di Tengah Ujian Kehidupan dari Imam al-Qusyairi
2
Presiden Prabowo dan 1.500 Undangan Hadiri Penutupan Munas-Konbes NU 2026 di Bangkalan
3
Esok Puasa Tasu'a, Raih 4 Keutamaannya
4
Khutbah Jumat: Menata Hati di Tengah Zaman Penuh Fitnah
5
Rais Aam PBNU Kiai Miftach Ingatkan Kekuasaan Bisa Hancur karena Kezaliman
6
Presiden Prabowo Dijadwalkan Hadiri Penutupan Munas-Konbes NU 2026 di Bangkalan
Terkini
Lihat Semua