Relawan NU Peduli Bangun MCK dan Fondasi Majelis Taklim di Aceh Timur
NU Online · Ahad, 18 Januari 2026 | 16:00 WIB
Aceh Timur, NU Online
Relawan NU Peduli Kemanusiaan PWNU Jawa Tengah membangun fasilitas mandi, cuci, kakus (MCK) serta fondasi majelis taklim di Desa Peunaron Baru, Aceh Timur, sebagai bagian dari upaya pemulihan lingkungan pascabanjir.
Tim relawan terus mengintensifkan kerja-kerja rehabilitasi fasilitas umum yang terdampak banjir. Salah satu fokus utama adalah pembangunan kembali MCK di mushala desa yang sebelumnya dinilai sudah tidak layak digunakan.
Pada Sabtu (17/1/2026), relawan mulai mengerjakan pembangunan MCK yang kondisi lamanya memang telah mengalami kerusakan, bahkan sebelum banjir melanda. Dampak banjir memperparah kondisi tersebut sehingga fasilitas itu tidak lagi dapat difungsikan.
Relawan NU Peduli Kemanusiaan PWNU Jawa Tengah Reno Lesmono menjelaskan bahwa keputusan membangun ulang MCK diambil setelah melihat kondisi bangunan lama yang sudah tidak memenuhi standar kelayakan.
“MCK yang terdahulu kami rasa sudah kurang layak, apalagi setelah banjir. Karena itu kami bangun kembali dari awal,” ujar Reno, sebagaimana dikutip NU Online Jateng.
Ia menyampaikan, MCK yang sebelumnya berbahan papan kayu akan diganti dengan bangunan semi permanen agar lebih kuat dan nyaman digunakan. Pada tahap awal, relawan melakukan penggalian untuk pembuatan septic tank.
“Nanti MCK akan dilengkapi kloset jongkok, keramik agar lebih rapi dan nyaman, serta kran air. Bangunan menggunakan asbes atau kalsibot, dengan pintu PVC,” jelasnya.
Reno menambahkan, proses pembangunan MCK diperkirakan memakan waktu sekitar delapan hari. Dalam pelaksanaannya, relawan NU Peduli juga melibatkan warga setempat karena tim terbagi ke dalam tiga titik kerja berbeda di wilayah tersebut.
Selain pembangunan MCK, relawan NU Peduli juga mengerjakan fondasi majelis taklim. Relawan asal Batang, Waris Ngoko, bersama warga setempat melakukan penggalian dan perakitan besi untuk cakar ayam sebagai penopang pondasi bangunan.
“Cakar ayam ini digunakan sebagai pondasi dengan ukuran 60x60 sentimeter, memakai besi ukuran 10 standar dengan ring 15,” kata Waris.
Ia menjelaskan bahwa secara teknis, pekerjaan tersebut tidak terlalu rumit. Tahapan berikutnya akan dilanjutkan dengan penggalian lanjutan dan proses pengecoran fondasi.
Baca selengkapnya di sini.
Terpopuler
1
Sambangi PBNU, 23 PWNU Sampaikan Harapan Soal Muktamar ke-35 NU
2
5 Santri Laki-laki Jadi Korban Pelecehan Seksual, Syekh Ahmad Al Misry Jadi Tersangka
3
Innalillahi, Pengurus Muslimat NU Kemayoran Wafat dalam Kecelakaan Kereta di Bekasi
4
Stasiun Bekasi Timur Ditutup Sementara, KRL Hanya Beroperasi hingga Stasiun Bekasi
5
KA Jarak Jauh Tabrak KRL di Bekasi Timur, Gerbong Perempuan Ringsek
6
Sempat Hilang, Karyawan Kompas TV Aini Meninggal Dunia dalam Kecelakaan Kereta di Bekasi Timur
Terkini
Lihat Semua