Rais Aam PBNU Tekankan Penguatan Pendidikan Pesantren
NU Online · Senin, 12 Oktober 2026 | 17:00 WIB
Tuban, NU Online Jatim
Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Miftachul Akhyar, menekankan pentingnya pengembangan pendidikan pesantren untuk memperkuat tradisi keilmuan Islam serta melahirkan generasi berilmu.
Penekanan itu ia sampaikan pada acara Kick Off Hari Santri 2026 yang diselenggarakan Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jatim di Pondok Pesantren Sunan Bejagung, Tuban, Ahad (11/10/2026). Kegiatan pembuka rangkaian Hari Santri 2026 bersamaan dengan peluncuran Institut Kiai Haji Abdul Matin (Inkama) dan wisuda ke-2 Ma’had Aly Sunan Bejagung.
Kiai Miftach juga menyampaikan apresiasi atas perkembangan Pesantren Sunan Bejagung yang mampu membangun daya saing dan mengembangkan pendidikan tinggi hingga menyelenggarakan wisuda Ma'had Aly angkatan kedua.
"Perkembangan ini merupakan capaian yang patut disyukuri sekaligus menjadi dorongan agar pesantren terus bertumbuh dan memperkuat kontribusinya bagi masyarakat," ucapnya.
Ia menggambarkan pertumbuhan Islam melalui perumpamaan tanaman dalam Al-Qur'an, sebagaimana disebutkan dalam Surah Al-Fath ayat 29. Tanaman yang awalnya kecil mengeluarkan tunas, kemudian tumbuh semakin kuat hingga berdiri kokoh dan menyenangkan hati para penanamnya.
"Pendidikan dan pengkaderan menjadi bagian penting untuk melahirkan generasi yang berilmu, berkarakter, serta mampu melanjutkan perjuangan para pendahulu," jelasnya.
Lebih lanjut, ia mengingatkan bahwa keluasan ajaran Islam tidak mungkin dipahami secara menyeluruh hanya melalui pengetahuan yang terbatas. Karena itu, umat Islam perlu terus belajar, melakukan kajian, dan menggali kandungan ajaran agama sepanjang hayat.
Ia mengutip perumpamaan dalam Surah Al-Kahfi ayat 109 yang menjelaskan bahwa seandainya lautan menjadi tinta untuk menuliskan kalimat-kalimat Allah, niscaya lautan itu akan habis sebelum kalimat-kalimat-Nya selesai dituliskan, sekalipun didatangkan tambahan lautan.
“Dan penggalian-penggalian terhadap Islam tidak akan pernah ada hentinya,” ungkap Pengasuh Pondok Pesantren Miftachus Sunnah Surabaya ini.
Selengkapnya klik di sini.
Terpopuler
1
Khutbah Jumat: Peran Masyarakat, Pemerintah dan Keluarga dalam Menciptakan Lingkungan Bebas Perundungan
2
Khutbah Jumat: Pentingnya Menjaga Privasi Anak di Media Sosial
3
Gus Kikin Kenang Perjuangan Nyai Machfudhoh Aly Ubaid untuk NU
4
Kiai Miftach Ingatkan Pentingnya Wirid hingga Akhir Hayat
5
Syekh Yusuf al-Makassari: Sufi Nusantara yang Ubah Dzikir Jadi Gerakan Pembebasan
6
Kemenkes Tetapkan Tarif Cek Kesehatan Jamaah Haji, Tertinggi Rp1,3 Juta
Terkini
Lihat Semua