Pesawaran, NU Online
Katib Syuriyah Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Pesawaran, Lampung, Kiai Imam Zakaria Yachya menyebut bahwa ada empat alasan penting untuk ikut ke dalam jam'iyah (organisasi) NU.
Pertama, karena Nahdlatul Ulama satu-satunya jam’iyah diniyah (organisasi keagamaan) yang terbesar di Indonesia, bahkan di dunia.
Kedua, Kiai Imam Zakaria mengutip hadits Nabi yang berbunyi, "Sesungguhnya umatku tidak akan bersatu dalam kesesatan, maka jika kalian melihat perselisihan, berpeganglah pada as-sawad al-a'dzham."
Sebagaimana dijelaskan Imam asy-Syathibi dalam al-I’tishom bahwa salah satu tafsir as-sawad al-a’dzham adalah jamaah para sahabat Nabi.
Kiai Imam Zakaria menguatkan bahwa dalam ajaran Ahlussunnah wal Jamaah sepakat mengatakan, pemegang kebenaran setelah wafatnya Rasulullah adalah kumpulan para sahabat.
Ketiga, Nahdlatul Ulama adalah cerminan pelaksanaan ajaran Islam rahmatan lil alamiin yang diajarkan Rasulullah, menjaga kemurnian syariat agama dan menjalin sosial kemanusian.
Pengasuh Pondok Pesantren Fathul Ulum Nusa Bangsa Negeri Katon itu menegaskan bahwa ulama-ulama pendiri NU memiliki sanad atau silsilah keilmuan yang jelas menyambung sampai dengan Rasulullah. Karena itu, ia menyebut bahwa hal ini merupakan kekayaan besar khazanah keilmuan dari para ulama atau kiai NU.
Keempat, karena organisasi NU lahir dari bumi Indonesia serta berperan besar membawa kemerdekaan dan akan selalu menjadi garda terdepan menjaga persatuan NKRI.
“Nahdlatul Ulama tidak hanya berperan penting dalam menjaga tradisi Islam Ahlussunnah wal Jamaah di Indonesia, tetapi juga aktif dalam berbagai kegiatan sosial untuk meningkatkan kesejahteraan umat,” katanya.
Baca selengkapnya di sini.
Terpopuler
1
PBNU Terima Kasih kepada Ploso, Minta Doa Kiai Huda untuk Munas-Konbes 2026
2
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dolar AS, Gubernur BI Siapkan Dua Langkah Penguatan
3
Imbas Rupiah Melemah, Menkeu Sebut Pedagang Tahu dan Tempe Mulai Tertekan
4
Kasus Suap Izin Tinggal WNA, Citra Indonesia Tercoreng di Mata Dunia
5
NU Abad Kedua: Masihkah Kita Berani Berpikir Melampaui Diri Sendiri?
6
Kiai Azaim Harap Kekerasan di Pesantren Masuk Materi Munas-Konbes hingga Muktamar ke-35 NU
Terkini
Lihat Semua