LP Ma’arif PBNU Perkuat Regulasi Perlindungan Anak melalui Penyusunan Draf Legal Partisipatif
NU Online · Kamis, 5 Maret 2026 | 08:00 WIB
Tanggamus, NU Online Lampung
Lembaga Pendidikan (LP) Ma’arif PBNU melalui Program Kreasi menginisiasi penguatan regulasi perlindungan anak di Kabupaten Tanggamus pada Rabu (4/3/2026).
Pertemuan yang berlangsung di Ruang Rapat PCNU Tanggamus ini menjadi momentum penting untuk menambal celah kebijakan sekaligus mendorong alokasi anggaran yang lebih berpihak pada kepentingan anak di tingkat lokal.
Fokus utama kegiatan ini adalah menyelaraskan kebijakan daerah dengan regulasi nasional serta mempertegas pembagian peran antarperangkat daerah.
Hal ini krusial untuk mencegah terjadinya tumpang tindih tanggung jawab serta memastikan implementasi program di lapangan didukung oleh ketersediaan fiskal yang memadai.
Sekretaris Program Kreasi LP Ma’arif PBNU Ashim Baha mengatakan kegiatan ini menerapkan pendekatan legal drafting partisipatif.
“Metode tersebut dirancang agar draf aturan yang dihasilkan tidak hanya kuat secara hukum, tetapi juga responsif terhadap kebutuhan lokal dan memiliki legitimasi sosial yang tinggi,” ujarnya.
Melalui penguatan payung hukum ini, pemerintah daerah diharapkan memiliki dasar yang lebih kuat dalam mengusulkan peningkatan anggaran pada program-program pro-anak.
“Proses penyusunan dimulai dari pembentukan tim kerja khusus atau task force yang bertugas merancang draf kebijakan dengan merujuk pada panduan nasional,” katanya.
Selanjutnya, dokumen tersebut akan melewati mekanisme konsultasi publik untuk difinalisasi sebelum diajukan secara resmi kepada lembaga legislatif daerah sebagai instrumen hukum yang konkret.
Selengkapnya klik di sini.
Terpopuler
1
PBNU Terima Kasih kepada Ploso, Minta Doa Kiai Huda untuk Munas-Konbes 2026
2
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dolar AS, Gubernur BI Siapkan Dua Langkah Penguatan
3
Imbas Rupiah Melemah, Menkeu Sebut Pedagang Tahu dan Tempe Mulai Tertekan
4
Kasus Suap Izin Tinggal WNA, Citra Indonesia Tercoreng di Mata Dunia
5
NU Abad Kedua: Masihkah Kita Berani Berpikir Melampaui Diri Sendiri?
6
Kiai Azaim Harap Kekerasan di Pesantren Masuk Materi Munas-Konbes hingga Muktamar ke-35 NU
Terkini
Lihat Semua