PCNU Pringsewu Luncurkan Safari Ramadhan 1447 H dengan Pembagian Sembako untuk Warga
NU Online · Senin, 23 Februari 2026 | 10:00 WIB
Pringsewu, NU Online
Peluncuran Program Safari Ramadhan 1447 H oleh Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Pringsewu berlangsung di Gedung NU Pringsewu pada Ahad (22/2/2026). Kegiatan tersebut diwarnai dengan pembagian paket Sembako kepada masyarakat yang membutuhkan di sekitar Gedung NU yang terletak di Jalan Raya Lintas Barat Pagelaran Pringsewu.
Dalam sambutannya, Ketua PCNU Pringsewu, H Muhammad Faizin mengatakan Bahwa dalam agenda Safari Ramadhan di 13 titik lokasi yang akan dikunjungi, pihaknya akan menyerahkan paket-paket sembako yang merupakan hasil pengumpulan dari Lembaga Amil Zakat Infak dan Sedekah Nahdlatul Ulama (LAZISNU) Kabupaten Pringsewu.
“Kegiatan Safari Ramadhan ini merupakan tradisi tahunan yang terus diwariskan dari generasi ke generasi sebagai wujud kepedulian sosial dan penguatan nilai-nilai keagamaan di jamiyyah Nahdlatul Ulama,” katanya pada kegiatan yang dihadiri oleh Rais Syuriyah PCNU Pringsewu KH Hambali ini.
Ia menyampaikan juga bahwa Safari Ramadhan bukan sekadar agenda seremonial tahunan, tetapi merupakan langkah strategis untuk memperkuat konsolidasi organisasi, meningkatkan kualitas dakwah, serta mempererat ukhuwah Islamiyah di tengah masyarakat.
“Ramadhan adalah momentum terbaik untuk memperkuat jamaah sekaligus mengokohkan jam’iyyah. Melalui Safari Ramadhan, kami ingin memastikan bahwa PCNU hadir di tengah-tengah umat, menyapa Nahdliyin, sekaligus menyerap aspirasi dari bawah,” ujarnya pada kegiatan yang dibarengkan dengan Jihad Sore atau Ngaji Ahad Sore.
Ia menjelaskan bahwa Safari Ramadhan 1447 H akan dilaksanakan di 13 titik lokasi sebagai bentuk pemerataan perhatian dan pelayanan organisasi. Dalam setiap kunjungan, PCNU akan menggelar rangkaian kegiatan keagamaan seperti tausiah, silaturahim dengan pengurus MWCNU dan Ranting NU, serta penguatan program sosial keumatan.
Dalam kesempatan itu, Mustasyar PCNU Pringsewu, KH Sujadi Saddat yang menjelaskan kandungan ayat Al-Baqarah 183 menekankan kewajiban berpuasa sebagai sarana mencapai ketakwaan bagi umat Islam, memperkuat makna ibadah puasa selama Ramadhan.
Umat sebelum Nabi Muhammad saw, jelasnya, telah menjalankan ibadah puasa sebagai bentuk ketakwaan dan syukur, dengan tata cara yang berbeda-beda. Di antaranya adalah puasa Ayyamul bidh yang dilakukan oleh Nabi Adam setiap tanggal 13, 14, dan 15 setiap bulannya.
Ada juga puasa Asyura oleh Nabi Musa, Puasa Daud yakni puasa selang seling setiap hari, termasuk puasanya Maryam, ibu dari Nabi Isa yang berpuasa tidak berbicara kepada orang lain.
Terpopuler
1
Khutbah Jumat: Ramadhan dan Kesempatan yang Tidak Selalu Terulang
2
Innalillah, Ulama Mazhab Syafii asal Suriah Syekh Hasan Hitou Wafat dalam Usia 83 Tahun
3
Khutbah Jumat: Ramadhan, Melatih Sabar, Memperkuat Syukur
4
Kultum Ramadhan: Lebih Baik Sedikit tapi Istiqamah
5
Khutbah Jumat: Tiga Kebahagiaan Orang Puasa
6
Keluar Mani yang Tidak dan Membatalkan Puasa
Terkini
Lihat Semua