Pekanbaru, NU Online
Segala sesuatu tidak akan bisa selesai jika hanya mengandalkan usaha semata. Sebab, kekuatan manusia terbatas. Karena itu, usaha harus diiringi dengan doa sebagai penyeimbang dari ikhtiar yang dilakukan manusia.
Demikian diungkapkan Kepala Badan Restorasi Gambut (BRG) Republik Indonesia, Nazir Foead saat memberikan sambutan dalam Istigosah Cegah Kebakaran Hutan, Shalat Istisqa, Tahlil, dan Doa Pemilu di Ballrom Hotel Pangeran, di Jalan Jenderal Sudirman, Kota Pekanbaru, Riau, Ahad (7/4) malam.
Menurutnya, untuk mengelola lahan gambut, dan mencegahnya dari kebakaran, tidak boleh hanya mengandalkan usaha di lapangan. Namun harus ada campur tangan Allah, yaitu berupa doa yang dipanjatkan manusia.
“Dengan ikhtiar dan doa tersebut, segala tantangan (diharap) dapat dihadapi dan apa yang direncanakan BRG dapat membawa kemasalatan untuk umat,” tukasnya.
Nazir menyatakan betapa mengerikan kebakaran lahan gambut yang pernah terjadi (2015). Kebakaran yang dahsyat itu tidak hanya menghanguskan hutan gambut tapi juga menimbulkan dampak buruk bagi puluhan juta rakyat Indonesia.
“Tentu Bapak Presiden-Wakil Presiden, pemerintah, belajar dari bagaimana hebatnya kebakaran 2015 yang menyengsarakan, dan beliau bertekad tidak boleh terulang lagi. Faktor pencegahan harus dinomor satukan, termasuk dengan doa,” kata Nazir Foead di hadapan dua ribuan jamaah yang memadati Ballrom Hotel Pangeran tersebut.
Kegiatan itu adalah bagian dari rangkaian Road Show BRG dan NU Riau dalam rangka sosialisasi tekhnik pertanian gambut ke sejumlah pesantren di 4 Kabupaten se-Provinsi Riau. (Abdul Rahman Ahdori/Aryudi AR)
Terpopuler
1
PWNU dan PCNU Se-Yogyakarta dan Jawa Tengah Tolak Pembatasan Ahwa hingga Perubahan Kedudukan Rais Aam
2
Khutbah Jumat: Tahun Baru Hijriah, Momentum Upgrade Diri Menuju Muslim yang Lebih Baik
3
Khutbah Jumat: Spirit Muharram untuk Menghadapi Era Modern
4
95 Peserta Lolos Verifikasi Administrasi Seleksi Majelis Masyayikh, Berikut Daftarnya
5
Usulan LF PBNU Atasi Perbedaan Awal Bulan Hijriah di Tengah Kesepakatan Imkanur Rukyah
6
Khutbah Jumat Bahasa Jawa: Nguri-uri Kamulyaning Wulan Muharram
Terkini
Lihat Semua