Nasional

100 Tahun NU: Gus Mus, Nasirun, Acep hingga Nabila Pamerkan Lukisan di Surabaya

NU Online  ·  Sabtu, 31 Januari 2026 | 05:00 WIB

100 Tahun NU: Gus Mus, Nasirun, Acep hingga Nabila Pamerkan Lukisan di Surabaya

Nishabda karya Nabila Dewi Gayatri, salah satu lukisan yang dipamerkan (Foto: Istimewa)

Surabaya, NU Online

 

Sejumlah perupa nasional ternama memamerkan karya lukisan dalam pameran lukisan bertajuk "Mangsa Kalasubo". Pameran yang digelar Lembaga Seni Budaya Muslimin Indonesia (Lesbumi) PWNU Jawa Timur ini menampilkan karya dari Gus Mus, Acep Zamzam Noor, Nasirun, hingga Nabila Dewi Gayatri.

 

Pameran yang berlangsung 20 Januari hingga 8 Februari 2026 di Galeri Dewan Kesenian, Komplek Balai Pemuda Surabaya ini menjadi bagian peringatan Harlah 1 Abad Nahdlatul Ulama (1926-2026). Pembukaan dilaksanakan Jumat malam (30/1/2026) pukul 19.00 WIB oleh PWNU Jawa Timur.

 

Nabila Dewi Gayatri yang menjadi inisiator sekaligus peserta pameran menjelaskan, perhelatan ini menghadirkan karya-karya dari perupa yang memiliki kepedulian terhadap kondisi bangsa. 

 

"Kami mengangkat tema Mangsa Kalasubo sebagai harapan terbitnya masa cerah bagi semesta alam, khususnya Nahdlatul Ulama dan Indonesia," ujar Sekretaris Lesbumi PWNU Jawa Timur ini, Jumat (30/01/2026).

 

Menurut dia, tema pameran merujuk pada ramalan Prabu Jayabaya, Raja Kediri, tentang masa Kalasubo—era kemakmuran yang menggantikan masa Kalabendu (masa sulit dan carut marut). 

 

"Indonesia akan mengalami masa keemasannya kembali, bahkan diagungkan di seluruh dunia," kata Nabila mengutip ramalan tersebut.

 

Menurutnya, para seniman yang terlibat dalam pameran ini memiliki peran penting sebagai agen perubahan. 

 

"Seniman adalah makhluk pilihan Tuhan yang mempunyai daya cipta. Vibrasi yang digelorakan lewat berkarya akan memberi efek terhadap perubahan di sekitarnya," tegasnya.

 

Nabila menekankan, di tengah krisis moral yang berkelanjutan, seniman harus berani bersuara lewat karyanya. 

 

"Ini adalah tugas mulia yang ia emban di dunia. Seniman sebagai bagian dari agen perubahan harus tetap kritis mensikapi perkembangan dan tak henti bersuara tentang kebenaran," ujarnya.

 

Ia berharap pameran yang melibatkan perupa sekaliber Gus Mus, Nasirun, Acep Zamzam Noor, dan dirinya ini menjadi wadah seniman rupa Indonesia untuk terus menggaungkan kesatuan berbangsa.

 

Masyarakat dapat menyaksikan karya-karya para maestro ini hingga 8 Februari 2026 di Galeri Dewan Kesenian, Komplek Balai Pemuda Surabaya. 

Gabung di WhatsApp Channel NU Online untuk info dan inspirasi terbaru!
Gabung Sekarang