Nasional

30 Persen Remaja Alami Anemia, Pendidikan Kespro di Pesantren Penting Bekali Santri soal Kesehatan

NU Online  ·  Kamis, 30 Juli 2026 | 15:00 WIB

30 Persen Remaja Alami Anemia, Pendidikan Kespro di Pesantren Penting Bekali Santri soal Kesehatan

Halaqah Implementasi Pendidikan Kesehatan Reproduksi Santri di Pesantren Batch Kedua di Pasuruan Jawa Timur pada Kamis (30/7/2026). (Foto: NU Online/Suci Amaliyah)

Pasuruan, NU Online

Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) melalui Gerakan Keluarga Maslahat Nahdlatul Ulama kembali menggelar Halaqah Implementasi Pendidikan Kesehatan Reproduksi Santri di Pesantren Batch Kedua di Pondok Pesantren Bayt Al Hikmah, Pasuruan Jawa Timur pada Kamis (30/7/2026).

 

Anggota Tim Kerja Kesehatan Anak Usia Sekolah dan Remaja, Direktorat Pelayanan Kesehatan Keluarga, Kemenkes Marlina Rully Wahyuningrum mengatakan  tantangan kesehatan remaja saat ini tidak hanya terbatas pada masalah fisik, tetapi juga mencakup kesehatan mental dan masalah sosial-reproduksi.


Kemenkes membeberkan data memprihatinkan terkait kondisi gizi remaja di Indonesia. Berdasarkan data laporan agregat dari Puskesmas terhadap 3,9 juta remaja putri kelas 7 dan kelas 10, tercatat sebanyak 15 persen di antaranya mengalami anemia.

 

Namun, data yang lebih komprehensif dari program Cek Kesehatan Gratis (CKG) Sekolah—salah satu program hasil kerja sama pemerintah selain Makanan Bergizi Gratis (MBG)—menunjukkan angka yang lebih tinggi. 


Dari 1 juta peserta didik kelas 7 (putra dan putri) serta kelas 10 (putri) yang diperiksa, sebanyak 30 persen di antaranya terdiagnosis mengalami anemia, mulai dari tingkat ringan, sedang, hingga berat.

 

Jika diibaratkan dengan pesawat Boeing yang menampung maksimal 550 penumpang, namun membutuhkan 1.008 pesawat hanya untuk mengangkut anak-anak remaja kita yang mengalami anemia. 


"Ini jumlah yang sangat banyak dan tidak ada bandara di dunia yang mampu menampungnya sekaligus. Ini isu yang harus kita tanggulangi bersama," ungkap Ruli.

 

Kondisi ini diperparah oleh fenomena growth spurt atau masa pertumbuhan pesat kedua yang dialami remaja setelah periode bawah dua tahun (baduta) dan 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK).

 

"Pada fase ini, kebutuhan gizi remaja meningkat drastis. Namun, persepsi tubuh (body image) yang keliru kerap membuat remaja putri membatasi asupan makan secara ekstrem karena merasa tubuhnya gemuk saat melihat cermin, hingga memicu gangguan makan seperti anorexia dan bulimia nervosa (perilaku memuntahkan kembali makanan yang telah dikonsumsi)," tandasnya.

 

Sebelumnya Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Bidang Kesejahteraan, Alissa Qatrunnada Wahid, menegaskan bahwa pesantren memiliki peran strategis dalam membangun kesehatan reproduksi santri karena memadukan fungsi pendidikan dan pengasuhan sekaligus.

 

"Pesantren punya dua-duanya sebagai lembaga pendidikan, tapi sekaligus juga ruang pengasuhan. Kalau ruang pengasuhan berarti transmisi nilai itu akan masuk. Mempersiapkan perkembangan personal itu juga akan terjadi. Nah ini peran-peran ini besar sekali potensinya di pesantren," kata Alissa. 

 

Ia menilai banyak remaja memperoleh paparan mengenai perilaku seksual dari berbagai sumber tanpa memiliki bekal pengetahuan yang memadai mengenai perkembangan dirinya maupun kesehatan reproduksi.


"Program kesehatan reproduksi di pesantren menjadi penting sekali untuk membekali santri agar memahami bahwa kesehatan reproduksi bukan hanya soal fisik, tetapi juga kemampuan mengambil keputusan terbaik bagi dirinya dalam konteks perilaku reproduksi," jelasnya.

 

Lebih lanjut, Alissa menilai pesantren memiliki potensi besar dalam menyiapkan generasi Indonesia yang sehat karena menjalankan dua fungsi sekaligus, yakni sebagai lembaga pendidikan dan ruang pengasuhan.

 

"Kalau ruang pengasuhan berarti transmisi nilai juga berlangsung. Perkembangan personal santri dibentuk di sana. Potensi pesantren sangat besar untuk membentuk karakter, kepemimpinan, hingga kesehatan reproduksi santri," ujarnya.

Gabung di WhatsApp Channel NU Online untuk info dan inspirasi terbaru!
Gabung Sekarang