400 Kiai Jatim Bahas Radikalisme Agama di Pesantren Tebuireng
NU Online · Selasa, 11 November 2014 | 15:16 WIB
Jombang, NU Online
Mengantisipasi berkembangnya peredaran gerakan radikalisme agama di Jawa Timur, sekitar 400 kiai dari berbagai pondok pesantren bertemu di Pondok Pesantren Tebuireng Jombang, Senin (10/11). Hal ini dilakukan dalam rangka bertukar informasi dan mencari langkah antisipasi bersama.
<>
Salahudin Wahid selaku tuan rumah senang, pihaknya bisa menfasilitasi silaturrahim para kiai, kepolisian dan tokoh lintas agama dan etnis ini. “Alhamdulillah, pertemuan yang dimaksudkan untuk berukar informasi antara para kiai dengan Kepolisian Jawa Timur bisa dilaksanakan disini,” ungkap kiai yang biasa di panggil Gus Sholah ini.
Menurut Gus Sholah, momentum ini sengaja dibuat sebagai langkah antisipasi adanya perkembangan organisasi radikal, yang sudah mulai merambah ke dunia pesantren,, tentunya akan mengancam persatuan dan kesatuan.
“Sehingga, kami bersama para kiai dan tokoh lintas agama dan etnis bersama pihak kepolisian merasa penting untuk mencegah adanya hal itu sejak dini, serta kami berharap aka nada rekomendasi yang dihasilkan dari pertemuan ini,” papar adik kandung Gus Dur ini kepada NU Online.
Ia menambahkan, gerakan radikal seperti Islamic State Of Iran and Syiria (ISIS) sudah membidik beberapa kota di Jawa Timur, misalnya seperti Malang, Sidoarjo, bahkan Jombang. “Maka perlu adanya formulasi untuk membatasi organisasi tersebut tidak berkembang di Indonesia,” jelasnya. (Romza/Abdullah)
Terpopuler
1
Khutbah Jumat: Menyambut Dzulhijjah dengan Semangat Beribadah
2
LF PBNU Rilis Data Hilal Awal Dzulhijjah 1447 H, Idul Adha Berpotensi 27 Mei 2026
3
Khutbah Jumat: Sejarah dan Keutamaan Hari Jumat sebagai Sayyidul Ayyam
4
Rentetan Pembubaran Nobar Film 'Pesta Babi' Picu Kritik dan Perdebatan Publik
5
MK Sebut Jakarta Masih Berstatus Ibu Kota Negara, Lalu IKN?
6
Khutbah Jumat: Jangan Iri Hati Ketika Orang Lain Lebih Sukses
Terkini
Lihat Semua