Agar Shalat Tak Sia-sia, Perhatikan Empat Hal Ini
NU Online · Sabtu, 11 Mei 2019 | 13:30 WIB
Wakil Ketua Lembaga Dakwah PBNU KH Muhammad Nur Hayid (Gus Hayid) menyampaikan empat hal penting agar ibadah shalat yang kita lakukan tidak sia-sia. Hal ini ia jelaskan berdasarkan penjelasan Syekh A'la Al Misri dalam khutbah jumat di Masjid Amr Bin Ash, Alexandria, Mesir, Jum'at (10/5).
"Agar shalat kita tak menjadi sia-sia, perhatikan empat hal penting, selain syarat rukunnya shalat secara syar'i," tegas Gus Hayid yang saat ini sedang memimpin rombongan para dai dan imam yang diutus PBNU untuk mengikuti Pendidikan dan Pelatihan (Tadribut Du'at) di Al-Azhar Kairo, Mesir.
Pertama, Husnunniyyah yakni menata hati dan niat shalat hanya mengharap ridlo Allah semata. Sudah seharusnya saat kita shalat untuk menjauhkan niat agar dianggap sebagai ahli ibadah dan juga bukan karena pahala atau pun surga.
"Kedua, Takdhimul Maqam. Ketahuilah posisi kita saat shalat, bahwa kita adalah seorang hamba yang tak punya kekuatan apa-apa kecuali atas kehendak dan takdirnya. Karena kita hamba yang hina penuh dosa, maka akuilah kehinaan diri kita itu dalam shalat kita yang terefleksikan dalam gerakan dan bacaan shalat kita mulai dari takbiratul ihram sampai salam," jelasnya.
Ketiga, lanjutnya adalah Yaqinul Maqal yakni meyakini dan meresapi segala bacaan yang dibaca dalam shalat. Kita harus merenungkan dan mengakui hanya Allah yang besar. Ini dilakukan sejak takbir, ruku' dan sujud serta tahiyyat dan semua doa-doa shalat dari takbiratul ihram hingga salam.
Keempat, Hudurul Qalbi yakni menjaga ketawadhuan diri sejak dari berwudhu dan menetapkan niat bahwa kita akan menghadap Allah SWT.
"Kita tidak mungkin kita bisa mengapainya, kecuali dengan kebersihan diri dan hati kita, maka pastikan kita khusyuk, yang bermakna bukan hanya tahu maksud shalat dan arti doa dan bacaan, tetapi meresapi dan merenungkam semua itu dalam kehidupan kita sehari-hari," pungkasnya. (Muhammad Faizin)
Terpopuler
1
Kepada Pengurus NU, KH Nurul Huda Djazuli: Tetap Ikhlas demi Menghidupkan NU
2
Seruan 13 Kiai Sepuh tentang AHWA Jelang Pembukaan Munas dan Konbes NU 2026
3
Rais Aam PBNU Kembali Gunakan Bahasa Arab dalam Khutbah Iftitah Munas-Konbes NU 2026
4
Muktamar ke-35 NU Digelar 1-5 Agustus 2026, Penentuan Tuan Rumah Gunakan Empat Kriteria
5
KH Nurul Huda Djazuli: Saya Cinta NU, Saya Tak Ingin Melihat Pengurus Bertengkar, NU dan Pesantren Harus Menguatkan
6
Sidang Pleno II Munas-Konbes, Ketum PBNU Sebut Pelatihan Kader NU Jadi Fondasi Meritokrasi
Terkini
Lihat Semua