Akses Siswa Madrasah untuk Kuliah di Jepang Diperluas
NU Online · Kamis, 19 November 2015 | 21:30 WIB
Jakarta, NU Online
Kementerian Agama melalui Direktorat Pendidikan Madrasah terus berupaya memperluas akses siswa madrasah untuk bisa melanjutkan pendidikan sarjana di Jepang. Untuk itu, Kemenag akan memperluas kerjasama dengan beberapa universitas di Jepang. <>
Hal ini terungkap pada pertemuan Direktur Pendidikan Madrasah M. Nur Kholis Setiawan dengan utusan dari beberapa Universitas di Jepang saat berkunjung ke Kementerian Agama, Jakarta, Selasa (18/11) lalu. Universitas-universitas tersebut adalah Shizuoka University yang diwakili oleh Sakiko Kajino, Tokyo International University diwakili oleh Fitriyani, dan Ritsumeikan APU (Asia Pasific University) diwakili oleh Aki Shiomi. Para perwakilan kampus Negeri Sakura itu menyatakan kesediaan mereka untuk bekerjasama dalam perekrutan alumni-alumni madrasah. demikian dikutip dari laman kemenag.go.id
Dalam pertemuan tersebut, M. Nur Kholis Setiawan yang didamping oleh Kasi Kelembagaan, Abdullah Faqih mendengarkan penjelasan dari universitas-universitas Jepang mengenai program studi dan beasiswa yang ditawarkan. Shizuoka University misalnya, sudah membuka beasiswa bagi siswa-siswi madrasah untuk bidang Industri, dengan beasiswa full ditanggung kampus sampai lulus. Namun, siswa yang akan mengikuti harus memenuhi persyaratan Bahasa Jepang dasar N4 untuk jurusan IPA dan N3 untuk jurusan IPS.
Aki Shiomi dari Ritsumeikan APU (Asia Pasific University) juga memaparkan komitmennya untuk terus bekerjasama dengan Kementerian Agama dengan tetap membuka peluang-peluang beasiswa untuk siswa-siswi madrasah.
“Untuk mempersiapkan tawaran-tawaran beasiswa dari Jepang, Kementerian Agama akan mengadakan Pre-University Training, yang menyiapkan lulusan madrasah agar bisa mendapatkan beasiswa dari Jepang,” tutur M. Nur Kholis Setiawan.
Selain itu, Direktur Pendidikan Madrasah juga berharap agar ada Japan Corner di gedung Kementerian Agama ini sebagai tempat persiapan para siswa madrasah yang tertarik untuk melanjutkan pendidikan di universitas di Jepang. Red: Mukafi Niam
Terpopuler
1
Pemerintah Nonaktifkan 13,5 Juta Peserta PBI JKN, Mensos Gus Ipul: Dialihkan ke Warga Lebih Miskin
2
Kemenag akan Gelar Sidang Isbat Ramadhan pada 17 Februari 2026 dengan Didahului Edukasi Pengamatan Hilal
3
Menkeu Purbaya Heran Anggaran Kesehatan Naik Malah Berujung Penonaktifan PBI JKN
4
Presiden Prabowo: Setiap Kali di Tengah NU Saya Selalu Bahagia
5
100 Tahun NU, Rais Aam PBNU Langitkan Doa untuk Palestina
6
Kasus Bunuh Diri Siswa SD Tunjukkan Ketidakberpihakan Negara terhadap Rakyat Kecil
Terkini
Lihat Semua