Lewat DIGDAYA, PBNU Targetkan Seluruh Ranting NU Masuk Sistem Digital pada Mei 2026
NU Online · Sabtu, 7 Maret 2026 | 17:30 WIB
Rikhul Jannah
Kontributor
Jakarta, NU Online
Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menargetkan seluruh struktur organisasi hingga tingkat ranting masuk dalam sistem digital melalui platform DIGDAYA NU pada Mei 2026. Langkah ini menjadi bagian dari upaya pembenahan tata kelola organisasi agar lebih rapi, terdata, dan terintegrasi secara nasional.
Ketua Umum PBNU, KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya), menyampaikan bahwa DIGDAYA merupakan platform digital yang dirancang untuk mengelola data sekaligus layanan organisasi Nahdlatul Ulama secara terpusat melalui perangkat digital yang mudah diakses oleh para pengurus.
“Platform digital DIGDAYA, Digital Data dan Layanan NU, yang di situ semua kegiatan organisasi bisa kita laksanakan melalui platform digital yang ada di dalam HP kita,” ujarnya di Pondok Pesantren Al Ittihad Cianjur, Jawa Barat pada Jumat (6/3/2026).
Gus Yahya menjelaskan bahwa platform tersebut telah mulai digunakan dan manfaatnya sudah dirasakan oleh sebagian pengurus. Saat ini, PBNU juga tengah mengembangkan dukungan teknologi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (Ai) untuk memperkuat sistem digital tersebut.
“Alhamdulillah sudah berjalan, sudah dirasakan manfaatnya, dan sekarang kita sedang mengembangkan kecerdasan buatan untuk mendukung platform digital kita ini. Insyaallah dalam waktu tidak lebih dari dua bulan, seluruh jajaran pengurus NU akan mendapatkan akses untuk masuk ke dalam sistem digital kita, sampai kepada ranting,” katanya.
PBNU menargetkan percepatan digitalisasi ini dapat menjangkau seluruh jaringan organisasi NU yang tersebar luas di Indonesia hingga dunia dapat terhubung dalam sistem tersebut paling lambat pada Mei mendatang.
“Kita mengupayakan supaya bulan Mei nanti, seluruh ranting di seluruh Indonesia sudah masuk sistem digital DIGDAYA NU,” ujarnya.
Gus Yahya menilai capaian tersebut akan menjadi langkah besar bagi organisasi dengan jaringan akar rumput yang sangat luas. Saat ini, NU memiliki sekitar 61 ribu ranting yang tersebar di sekitar 80 ribu desa di seluruh Indonesia.
“Kita punya 7 ribu MWC (Majelis Wakil Cabang) dari 7,2 ribu kecamatan, 543 cabang, dan 38 Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) di seluruh Indonesia. Ini luar biasa,” ujarnya.
Menurutnya, integrasi ranting dalam sistem digital juga akan mempermudah proses pendataan anggota NU di tingkat akar rumput. Setiap ranting nantinya dapat mengidentifikasi minimal 25 anggota sebagaimana ketentuan organisasi.
Ia menambahkan bahwa jika seluruh ranting menjalankan pendataan tersebut, NU berpotensi langsung memiliki basis data anggota dalam jumlah besar.
“Itu kalau setiap ranting bisa mendata 25 orang anggota, karena memang setiap ranting itu aturannya minimal 25 orang. Kalau itu dilakukan, maka dari 61 ribu ranting, kita akan langsung mendapatkan tidak kurang dari 1,3 juta data anggota,” tutur Gus Yahya.
Terpopuler
1
Khutbah Jumat: Nuzulul Qur’an dan Spirit Membaca untuk Peradaban
2
Khubah Jumat: Separuh Ramadhan Telah Berlalu, Saatnya Muhasabah Diri
3
Mulai Malam Ini, Dianjurkan Baca Qunut pada Rakaat Terakhir Shalat Witir
4
Khutbah Jumat: Refleksi Puasa, Sudahkah Meningkatkan Kepedulian Sosial?
5
Pesan-Pesan dan Sisi Lain Sang Rahbar Ali Khamenei
6
Antrean BBM Mengular di Medan, Harga Naik dan Stok Langka
Terkini
Lihat Semua