Antrean BBM Mengular di Medan, Harga Naik dan Stok Langka
NU Online · Kamis, 5 Maret 2026 | 17:30 WIB
Antrean BBM mengular di salah satu SPBU yang ada di Medan, pada Kamis (5/3/2026). (Foto: NU Online/Suci)
Suci Amaliyah
Kontributor
Medan, NU Online
Antrean bahan bakar minyak (BBM) mengular di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Kota Medan, pada Kamis (5/3/2026). Para pengemudi tampak panik dan khawatir harga BBM akan terus merangkak naik dalam beberapa hari ke depan.
Lonjakan antrean dipicu kekhawatiran masyarakat terhadap potensi kelangkaan BBM. Sejumlah SPBU dilaporkan kehabisan solar bersubsidi, di antaranya SPBU Bandara Internasional Kualanamu, Kabupaten Deli Serdang, Sumatra Utara.
Situasi tersebut membuat para pengemudi kelimpungan. Di saat stok sulit didapat, harga BBM juga mengalami kenaikan signifikan. Harga Bio Solar, misalnya, melonjak dari Rp6.000 menjadi Rp14.500 per liter.
"Sejak pagi saya cari solar dari Aceh sampai Medan semuanya habis, sedang dalam perjalanan,” ujar Siregar, pengemudi mobil, saat ditemui NU Online.
Ia menuturkan bahwa antrean panjang di SPBU mulai terjadi sejak tiga hari terakhir. Meski belum mengetahui penyebab pastinya, Siregar menduga kelangkaan tersebut dipicu situasi global yang tidak menentu.
"Iya, BBM langka sejak pengumuman perang Amerika Serikat-Israel dan Iran. Di sini mulai antre BBM,” katanya.
Fenomena serupa juga terjadi di sejumlah SPBU di wilayah Langkat dan Medan. Warga rela mengantre berjam-jam demi mendapatkan bahan bakar.
"Apalagi sejak Menteri Bahlil bilang stok BBM Indonesia hanya mencapai 20 hari,” tambahnya.
Sejumlah warga diduga sengaja mengisi penuh tangki kendaraan mereka karena khawatir terhadap dampak konflik internasional, khususnya memanasnya situasi antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran yang ramai diberitakan belakangan ini. Kekhawatiran itu memicu lonjakan permintaan dalam waktu singkat.
Sahal, salah satu karyawan SPBU di Langkat, mengakui adanya peningkatan jumlah pembeli dalam tiga hari terakhir.
"Memang ada kenaikan pembeli, terutama motor. Kalau dibanding hari biasa, sekarang lebih ramai,” ujarnya.
Sementara itu, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia sebelumnya menyatakan stok BBM nasional saat ini cukup untuk 23 hari, atau masih berada di atas standar minimum nasional yang ditetapkan selama 21 hari.
"Stok BBM kita, crude, BBM, LPG itu semuanya rata-rata di atas standar minimum nasional. Kita tahu bahwa standar minimum nasional adalah 21 hari,” ujar Bahlil dalam konferensi pers di kantor Kementerian ESDM, Jakarta Pusat, Selasa (3/3/2026).
Menurutnya, stok tidak dapat ditingkatkan lebih jauh karena keterbatasan kapasitas penyimpanan energi nasional yang hanya mampu menampung pasokan hingga 25-26 hari.
"Secara faktanya, ketahanan energi kita, storage itu maksimal di angka 25 sampai 26 hari. Enggak lebih dari itu,” ujarnya.
Terpopuler
1
Cara Penguburan Ikan Sapu-Sapu oleh Pemprov DKI Dapat Kritik dari MUI
2
Benarkah Pendiri PMII Hanya 13 orang?
3
Perbedaan Pendapat Ulama tentang Urutan Bulan Haram, Mana yang Pertama?
4
Sejumlah Pemberitaan Wafat KH A Wahid Hasyim di Media Massa
5
118 Hotel Siap Tampung 108 Ribu Jamaah Haji Indonesia Kloter Pertama
6
Gus Yahya Pilih Jaga Jarak atas Kasus Gus Yaqut, Tak Libatkan NU dalam Urusan Keluarga
Terkini
Lihat Semua