Al-Maskuriyah, Pelihara Tradisi NU di Tengah Kota
NU Online · Kamis, 13 Juni 2013 | 22:05 WIB
Ratusan jamaah berkumpul di salah satu sudut kota Jakarta, di kawasan Condet, Jakarta Timur, Selasa (11/6) malam lalu. Usai shalat isya’ berjamaah, isthighotsah pun dimulai, lalu pembacaan surat yasin dan tahlil, diteruskan dengan shalawat mahallul qiyam, lalu diakhiri taushiyah dan doa.<>
Kegiatan dilakukan setiap bulan, tepatnya pada malam Rabu Pahing dan sudah berlangsung selama tujuh tahun.
“Alhamdulillah bisa istiqomah, dan sudah mau masuk tahun kedelapan. Radiusnya sudah lintas kecamatan, sudah tidak pakai woro-woro spanduk karena sudah menjadi ritual, dan sudah diketahui masyarakat,” kata Ali Masykur Musa, Ketua Umum PP ISNU, penggagas sekaligus tuan rumah kegiatan ini.
Kini kelompok pengajian atau majelis taklim ini memakai nama Al-Masykuriyah yang diambilkan dari nama penggagasnya. Selain istighosah, di majelis yang sama juga diadakan pengajian beberapa kitab kuning dan khotmil qur’an.
“Ini kami lakukan dalam rangka memelihara tradisi NU di tengah kota. Saat ini penetrasi dari paham baru yang tidak berhaluan Ahlussunnah wal Jamaah kan sangat cepat. Kalau benteng bahkan progresifitas ahlussunnah dengan berbagai tradisinnya tidak diketengahkan maka masyarakat setempat akan tidak kenal lagi ritual manhaj yang tidak berbasis Ahlussunnah,” kata Ali Masykur.
Tradisi keagamaan ini juga penting dalam rangka menyambung tali silaturrahim antar warga NU di Jakarta.
“Rata-rata orang NU kan aktivis. Forum pertemuan itu penting untuk jaga silaturrahim baik lintas PMII, ISNU, partai politik, maupun kaum profesional. Kita bisa bertemu tanpa menjaga jarak, semua egaliter dan menjaga kebersamaan,” tambahnya.
Kegiatan juga diiringi dengan penampilan grup gambus shalawat modern yang cukup memberikan hiburan religi kepada para jamaah. Pada sesi mahallul qiyam, para jamaah pun berdiri dan berpaling ke samping kanan menghadap grup gambus itu yang memimpin pembacaan shalawat.
Penulis: A. Khoirul Anam
Terpopuler
1
Khutbah Jumat: Keutamaan Mendoakan Keluarga yang Sudah Meninggal pada Hari Jumat
2
Khutbah Jumat: Sedekah Jumat Berkah, Menghidupkan Hari Mulia dengan Kebaikan
3
Sembilan Hakim MK Diadukan ke MKMK karena Tunjukkan Ijazah Gibran ke Pemohon
4
Khutbah Jumat: Menjaga Diri dari Maksiat Digital di Era Media Sosial
5
Mengenal Enam A’wan PBNU 2026-2031 dari Kalangan Guru Besar dan Rektor Perguruan Tinggi
6
PBNU Sosialisasikan AD/ART Baru, Konferensi PWNU, PCNU, dan PCINU Dimulai 1 November 2026
Terkini
Lihat Semua