Karanganyar, NU Online
Siapa bilang maulid nabi tidak ada dasarnya? Dalam Al Qur’an terdapat banyak sekali maulid (kisah) para Nabi. Banyak ayat yang menerangkan kisah maulid, diantaranya Nabi Musa, Maulid Nabi Sulaiman, dan Maulid Nabi Zakaria.<>
“Kalau diteliti pasti ada. Bukan tidak ada, tapi kalau hanya dilihat teksnya saja tidak akan kelihatan,” terang Rais A’am Jam’iyyah Ahlith Thoriqah Al Mu’tabaroh An Nahdliyyah (JATMAN), Habib Muhammad Luthfi bin Yahya, Selasa (2/5) lalu, di Pesantren Al-Inshof Plesungan Karanganyar.
Keterbatasan akal dalam memahami teks Qur’an, menjadi salah satu penyebab kesalahan dalam menafsirkannya. Dijelaskan oleh Habib Luthfi, Al-Quran dapat diibaratkan sebagai lautan yang luas, sedangkan akal manusia seumpama hanya seujung rambut.
“Jadi akal yang masuk Al-Qur’an, bukan Al-Quran yang dimasukkan ke akal,” tegasnya.
Mursyid Thariqah itu mencontohkan kisah Nabi Sulaiman as dengan Burung Hud-Hud. Burung Hud-Hud mengabarkan bahwa ia baru terbang dari sebuah tempat, yakni Kerajaan Saba’. Kabar dari seekor burung, yang tak berakal, dipercayai oleh Nabi Sulaiman.
Pun ketika Nabi Sulaiman hendak memindahkan singgasana milik Ratu Kerajaan Saba’, Bilqis. Salah seorang dari pasukannya yang juga seorang waliyullah, Ahsif bin Balya, menyanggupi perintah tersebut hanya dalam hitungan kejapan mata. Dua hal tersebut, apabila dicerna hanya dengan akal, tentu tidak dapat dipercaya.
Selain menerangkan tentang Maulid, seperti biasa Habib juga memberikan wejangan untuk selalu menjaga NKRI dan UUD 1945. Hal tersebut selaras dengan tema yang diusung, “Dengan Maulid Nabi saw, Kita Tingkatkan Karakter Bangsa, Demi Persatuan dan Kesatuan NKRI”.
Pada kesempatan itu, Habib Luthfi menandatangani peresmian Gedung Kanzus Sholawat yang didirikan di kompleks Pesantren Al-Inshof, disaksikan Wakil Bupati dan Kapolres Karanganyar, serta ribuan jamaah yang hadir.
Redaktur : A. Khoirul Anam
Kontributor: Ajie Najmuddin
Terpopuler
1
Khutbah Jumat: Istiqamah Pasca-Ramadhan, Tanda Diterimanya Amalan
2
Muslim Arab dan Eropa Rayakan Idul Fitri 1447 H pada Hari Jumat, 20 Maret 2026
3
Khutbah Idul Fitri 2026: Makna Kemenangan dan Kembali Ke Fitrah
4
Khutbah Jumat: Anjuran Membaca Takbir Malam Idul Fitri
5
Khutbah Idul Fitri Bahasa Arab 2026: Jadilah Hamba Sejati, Bukan Hamba Musiman: Konsistensi dalam Ketaatan Setelah Ramadhan
6
Khutbah Idul Fitri Bahasa Jawa: Idul Fitri Dinten Ganjaran lan Kabingahan
Terkini
Lihat Semua