Nasional

Jelang Muktamar Ke-35 NU, PBNU Instruksikan Nahdliyin Gelar Munajat dan Riyadhoh

NU Online  ·  Kamis, 2 Juli 2026 | 18:00 WIB

Jelang Muktamar Ke-35 NU, PBNU Instruksikan Nahdliyin Gelar Munajat dan Riyadhoh

Kantor PBNU Jalan Kramat Raya 164 Jakarta. (Foto: NU Online/Suwitno)

Jakarta, NU Online

Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menginstruksikan seluruh jajaran pengurus dan Nahdliyin di Indonesia untuk menggelar munajat, riyadhoh, dan doa bersama menjelang pelaksanaan Muktamar Ke-35 NU yang dijadwalkan berlangsung pada 1–5 Agustus 2026.


Instruksi tersebut tertuang dalam Surat PBNU Nomor 552/PB.01/A.II.08.47/99/07/2026 tentang Instruksi Melakukan Munajat dan Riyadhoh.


Surat yang ditandatangani Rais Aam PBNU KH Miftachul Akhyar, Katib Aam PBNU KH Akhmad Said Asrori, Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf, dan Sekretaris Jenderal PBNU Saifullah Yusuf itu ditujukan kepada seluruh Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU), Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU), Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama (PCINU), pengasuh pondok pesantren di lingkungan Rabithah Ma'ahid Islamiyah Nahdlatul Ulama (RMI NU), serta takmir masjid dan mushala.


Melalui surat tersebut, PBNU mengajak seluruh warga Nahdlatul Ulama memanjatkan doa secara khusus untuk para muassis (pendiri) Jam'iyah Nahdlatul Ulama sekaligus memohon agar pelaksanaan Muktamar Ke-35 NU berjalan lancar, sukses, dan membawa keberkahan.


"Sehubungan dengan akan diselenggarakannya Muktamar Ke-35 Nahdlatul Ulama yang insya Allah akan dilaksanakan pada tanggal 1-5 Agustus 2026, Pengurus Besar Nahdlatul Ulama dengan ini menginstruksikan kepada seluruh warga Nahdlatul Ulama untuk melakukan munajat, riyadhoh, serta doa bersama yang dikhususkan kepada muassis Jam'iyyah Nahdlatul Ulama serta untuk kesuksesan dan keberkahan agenda permusyawaratan tertinggi Jam'iyyah Nahdlatul Ulama tersebut," demikian bunyi surat yang diterima NU Online, Kamis (2/7/2026).


Sebelumnya, PBNU menetapkan pelaksanaan Muktamar Ke-35 NU pada 1–5 Agustus 2026 dalam Musyawarah Nasional (Munas) Alim Ulama dan Konferensi Besar (Konbes) Nahdlatul Ulama yang digelar di Pesantren Al Falah Ploso, Mojo, Kediri, pada 23 Juni 2026.


Adapun lokasi penyelenggaraan Muktamar akan ditetapkan setelah dilakukan peninjauan terhadap sejumlah daerah yang mengajukan diri sebagai tuan rumah.


Hingga kini, beberapa daerah telah menyatakan kesediaannya menjadi tuan rumah Muktamar Ke-35 NU, yakni Nusa Tenggara Barat, Jawa Timur, Jawa Barat, DKI Jakarta, dan Sumatra Barat.


PBNU juga telah membentuk tim khusus untuk melakukan survei dan kajian terhadap daerah-daerah tersebut sebelum menetapkan lokasi penyelenggaraan.


"Ketua Tim Survei adalah Ketua SC, yaitu Kiai Ahmad Said Asrori, sedangkan Sekretaris Tim Survei adalah Sekretaris SC, Prof Dr Muhammad Nuh," kata Wakil Ketua Umum PBNU, H Amin Said Husni.


Tim survei dijadwalkan meninjau Pondok Pesantren Syekh Al-Falah di Padang, Sumatra Barat; Pondok Pesantren Al-Hamid dan Pondok Pesantren Daarurrahman di Jakarta; Pondok Pesantren Buntet, Pondok Pesantren Babakan Ciwaringin, dan Pondok Pesantren Kempek di Cirebon, Jawa Barat; serta Pondok Pesantren Lirboyo di Kediri, Jawa Timur.


Selain itu, Pondok Pesantren Tambakberas di Jombang juga akan disurvei sebagai calon lokasi pembukaan Muktamar. Sementara di Nusa Tenggara Barat, tim akan meninjau Pondok Pesantren Qomarul Huda Bagu di Lombok.


"Ada juga kemungkinan Pondok Pesantren Tambakberas, dengan catatan Tambakberas akan disurvei untuk lokasi pembukaan Muktamar. Kemudian yang kelima ada Pondok Pesantren Qomarul Huda Bagu di Lombok," jelasnya.

Gabung di WhatsApp Channel NU Online untuk info dan inspirasi terbaru!
Gabung Sekarang