Yogyakarta, NU Online
Seknas Jaringan Gusdurian Alissa Wahid menjelaskan sembilan nilai yang menjadi prisma dalam sepak terjang Gus Dur bertoleran. Ia menjelaskan itu pada Halaqah Kiai dan Tokoh Muda Pesantren di Yogyakarta Kamis-Sabtu (13-15/12).
<>
“Yang paling inti adalah nilai ketauhidan,” kata Alissa, putri Gus Dur, Ketua Umum PBNU 1984-1999.
Kemudian, kata Alissa nilai kemanusiaan. Dari kemanusiaan akan muncul nilai pembebasan, keadilan, persaudaraan dan kesetaraan.
Selanjutnya, tambah dia, memiliki jiwa yang satria atau super ikhlas membantu sesama, kesederhanaan, dan nilai kearifan lokal. Tentang poin terakhir, Alissa menjelaskan, bagi Gus Dur semua tradisi membawa kearifan.
“Dari sembilan nilai inilah kemudian akan membentuk pribadi yang toleran,” kata Mbak Lissa, panggilan akrabnya.
Alissa juga menjelaskan, sebenarnya Indonesia ini adalah negara yang terbangun dari kebinekaan dan toleransi. Oleh karena itu dalam proses menjadi sebuah bangsa, masyarakat Indonesia memiliki warisan kecerdasan kultural, yang menjadikannya unik di antara bangsa-bangsa lain.
Gus Dur memang menginspirasi semua golongan untuk menjadi sosok yang toleran. Karena menjadi toleran secara tidak langsung menjunjung tinggi keadilan. Pendidikan toleransi yang diterapkan oleh Gus Dur menjadikan tawaran solusi kepada mayarakat Islam Indonesia untuk mengharumkan Islam yang damai.
“Perdamaian tanpa keadilan adalah ilusi,” begitu kata mbak Lisa mengutip ungkapan dari ayahandanya Gus Dur. (Muyassaroh/Abdullah Alawi)
Terpopuler
1
Film Pesta Babi: Antara Pembangunan dan Kezaliman atas Tanah Adat
2
Pemerintah Tetapkan Idul Adha 1447 H Jatuh 27 Mei 2026
3
Tim Hisab Rukyat: Hilal Awal Dzulhijjah 1447 H Penuhi Kriteria MABIMS, Idul Adha Diperkirakan 27 Mei 2026
4
Hilal Terlihat, PBNU: Idul Adha 1447 H Rabu, 27 Mei 2026
5
Ambruknya Rupiah Dinilai Tekan Rakyat Kecil, DPR Soroti Harga Kebutuhan Pokok
6
Pesantren Didorong Jadi Benteng Perlindungan Anak dan Perempuan di Tengah Perkembangan AI
Terkini
Lihat Semua