Apel Hari Santri 2019 Dibarengi Peresmian Gedung Baru Unusia di Bogor
NU Online · Selasa, 22 Oktober 2019 | 05:24 WIB
Pada apel tersebut, yang bertindak sebagai instruktur upacara ialah Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj, pembina upacara Wakil Ketua Umum PBNU yang juga Rektor Unusia Bogor Mochammad Maksum Mahfoedz, dan pembacaan doa dibacakan oleh Rais 'Aam PBNU KH Miftachul Akhyar.
Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj mengungkapkan peran santri dan pesantren dalam mencerdaskan bangsa Indonesia. Menurut Kiai Said, keberadaan pesantren jauh lebih dahulu dibandingkan lembaga pendidikan lainnya.
"Jadi pesantren berjasa mencerdaskan bangsa Indoensia jauh sebelum berdirinya lembaga pendidikan yang lain. Ini diakuai oleh Pendiri Budi Utomo, Sutomo," kata Kiai Said.
Selain itu, santri juga memiliki peran yang besar dalam merebut kemerdekaan dan mempertahankannya dari penajajah. Sebagai risikonya, kata Kiai Said, tidak sedikit santri dan kiai yang terluka, bahkan meninggal dunia.
"Intinya banyak sekali kiai, santri yang nenjadi korban,"
Sementara dalam menjaga kehidupaan berbangsa dan bernegara, sambungnya, NU menetapkan bahwa Indonesia bukan negara agama atau suku, melainkan negara damai. Indonesia berdiri di atas konstitusi yang disepakati bersama sehingga semua warga bangsaa dapat hidup bersama dan damai.
"Negara yang damai, yang berdiri di atas konstitusi, kebersamaan, keadilan, bukan konstitusi agama, bukan konstitusi suku," katanya.
Seusai upacara, NU Care-Lazisnu melalui PBNU meluncurkan program 1000 beasiswa bagi santri untuk kuliah ke Universitas Hassan II Casablanca, Maroko, Universitas Ez-Zitounah, Tunisia, Universitas Al-Azhar Mesir, dan Unusia Jakarta, Pesantren Al-Tsaqafah, Jakarta Selatan, dan Pesantren An-Nahslah, Depok.
Kemudian kegiatan berlanjut ke peresmian gedung perkualian dan aula Unusia Bogor oleh Kiai Said dan Wakil Ketua Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia Sugianto Kusuma yang ditandai dengan penarikan tirai dan penandatangan prasasti. Gedung ini memiliki empat lantai.
Pewarta: Husni Sahal
Terpopuler
1
Mengenal Enam A’wan PBNU 2026-2031 dari Kalangan Guru Besar dan Rektor Perguruan Tinggi
2
Khutbah Jumat: Keutamaan Mendoakan Keluarga yang Sudah Meninggal pada Hari Jumat
3
Khutbah Jumat: Sedekah Jumat Berkah, Menghidupkan Hari Mulia dengan Kebaikan
4
Khutbah Jumat: Menjaga Diri dari Maksiat Digital di Era Media Sosial
5
PBNU Sosialisasikan AD/ART Baru, Konferensi PWNU, PCNU, dan PCINU Dimulai 1 November 2026
6
Khutbah Jumat: Peran Masyarakat, Pemerintah dan Keluarga dalam Menciptakan Lingkungan Bebas Perundungan
Terkini
Lihat Semua