Apresiasi terhadap Buku Benturan NU-PKI Tinggi
NU Online · Selasa, 3 Maret 2015 | 00:30 WIB
Yogyakarta, NU Online
Buku “Benturan NU-PKI 1948-1965” mesti disebarluaskan ke seluruh wilayah di Indonesia. Buku ini layak untuk jadi pegangan para guru, terutama bagi guru sejarah, kata Nurhayati, guru sejarah SMPN Gunung Kidul, Yogyakarta.
<>
Apresiasi ini disampaikan Nurhayati sampaikan saat menghadiri bedah buku “Benturan NU-PKI 1948-1965” yang diadakan Pusat Studi Pancasila (PSP) Universitas Gajah Mada (UGM), Sabtu (28/03) pagi. Peserta acara ini terdiri dari para guru sejarah dari berbagai sekolah di Yogyakarta, civitas UGM, santri dan para dosen. Bedah buku ini mendapatkan apresiasi tinggi dari para peserta.
Setelah membaca secara sekilas buku setebal 239 halaman ini, Margaret, peserta bedah buku yang lain, mengusulkan agar ada buku kelanjutan berikutnya. Buku yang ditulis H. Abdul Mun’im DZ ini, menurutnya, sangat menarik untuk konteks keindonesiaan sekarang.
“Walaupun saya belum membaca secara keseluruhan. Tapi menurut saya buku ini memuat perjuangan kiai dan para santri dalam membela Pancasila,” tuturnya.
Dia mengusulkan kepada H. Abdul Mun’im yang juga sebagai Wakil Sekjend PBNU agar menulis buku perjuangan Muslimat NU dan Fatayat NU. Itu bisa menjadi referensi bagi masyarakat dan organisasi perempuan di Indonesia.
“Saya tertarik dengan beberapa halama dalam buku ini. Ada foto-foto Muslimat NU dengan menggunakan kebaya tapi ikut mengangkat senjata,” kesannya.
Bedah buku di aula PSP ini menghadirkan tiga pembicara, yaitu penulis buku Benturan NU-PKI 1948-1965 H Abdul Mun’im DZ, Guru Besar Hukum UGM Prof. Dr. Sudjito, S.H., M.Si dan Ketua Takmir Jogokariyan Muhammad Jazir. (Suhendra/Mahbib)
Terpopuler
1
Kepada Pengurus NU, KH Nurul Huda Djazuli: Tetap Ikhlas demi Menghidupkan NU
2
Seruan 13 Kiai Sepuh tentang AHWA Jelang Pembukaan Munas dan Konbes NU 2026
3
Rais Aam PBNU Kembali Gunakan Bahasa Arab dalam Khutbah Iftitah Munas-Konbes NU 2026
4
Khutbah Jumat Bahasa Jawa: Nguri-uri Kamulyaning Wulan Muharram
5
Sidang Pleno II Munas-Konbes, Ketum PBNU Sebut Pelatihan Kader NU Jadi Fondasi Meritokrasi
6
Khutbah Jumat: Pesan Rasulullah, Jangan Mencari-cari Kesalahan Orang Lain
Terkini
Lihat Semua