As'ad Ali: Radikalisme Lebih Bahaya Ketimbang Terorisme
NU Online · Senin, 15 Juni 2015 | 23:00 WIB
Jakarta, NU Online
Wakil Ketua Umum PBNU KH As'ad Said Ali menegaskan, gerakan radikalisme atau paham garis keras jauh lebih berbahaya ketimbang terorisme. Jika radikalisme berkurang, katanya, maka dengan sendirinya aksi terorisme melemah.
<>
Hal itu dikatakan As’ad saat memberikan sambutan dalam pembukaan Workshop Penguatan Jaringan Anti-Radikalisme di Dunia Maya untuk Ulama Muda bertempat di Hotel Acacia, Jakarta, Senin (15/6).
Atas hal itu, penulis buku “Al-Qaeda” ini sangat mendukung ulama muda NU yang berkhidmah di dunia jurnalistik, untuk terus melangkah dalam membangun jaringan komunikasi umat. Jaringan komunikasi, terangnya, harus terus menerus dikembangkan.
“jaringan komunikasi harus sambung-menyambung guna mengakomodasi NU dan spirit kebangsaan. Jika NU hancur, maka NKRI juga hancur. Begitu pula sebaliknya, tatkala NKRI hancur, maka NU ikut hancur. Di sinilah penting diketengahkan semangat wathaniyah (kebangsaan),” urainya.
Ketika gerakan radikalisme kian merebak melalui jaringan media online, maka warga NU tidak boleh tinggal diam. Perang pikiran atau ide dan perang data mesti diperkuat.
“Melalui ide yang diperkuat dengan data, maka kita bisa kokoh. Kita harus berdebat dengan ilmu. Dan ilmu berpangkal pada perpaduan ide dengan keberadaan data,” ungkapnya.
Dalam kesempatan itu, Kiai As’ad juga menerangkan, Indonesia mesti dipelihara secara berkesinambungan. Sebab, Indonesia merupakan satu-satunya negara yang bukan sekuler dan tidak pula negara agama.
“Indonesia adalah satu-satunya negara di dunia yang mampu mengawinkan spirit negara agama dengan negara modern. Indonesia kita sudah wathaniyah, menjunjung kebangsaan yang nilai kemanusiaannya cukup kuat,” pungkasnya. (Hairul Anam/Mahbib)
Terpopuler
1
Menakar Kapasitas Al-Albani dalam Ilmu Hadits: Benarkah Layak Disebut Muhaddits?
2
Gus Kikin Sebut NU Dukung Program Pemerintah, Fokus pada Pembangunan Manusia
3
PCNU Jombang Harapkan PBNU Masa Khidmah 2026-2031 Prioritaskan Program Keumatan
4
Gus Kikin Targetkan Susunan Kepengurusan PBNU 2026-2031 Rampung dalam 30 Hari
5
Seismik Anak Krakatau Menurun, PVMBG Ingatkan Potensi Letusan Lebih Kuat Masih Terbuka
6
10 Pendapat Al-Albani yang Bertentangan dengan Imam Mazhab dan Mayoritas Ulama Ahlussunnah
Terkini
Lihat Semua