Jakarta, NU Online
Sejumlah jamaah haji Indonesia kloter awal mulai berpindah ke Kota Makkah setelah sepekan berada di Kota Madinah. Hal ini menandai dimulainya rangkaian ibadah haji tahun 1447 H atau 2026 M ini.
Ketibaan di Tanah Haram (mulia) Makkah merupakan sesuatu yang amat dinantikan umat Islam. Sebab, di tempat inilah seseorang diberi rasa aman, dilipatgandakan pahala amal ibadahnya, dan kelak diselamatkan dari siksa neraka.
Ustadz M Mubasysyarum Bih mencatat bahwa jamaah haji yang mulai tiba di Kota Makkah dianjurkan para ulama untuk membaca doa khusus. Doa ini termaktub dalam kitab al-Wasail al-Syafi’ah karya al-‘Alim al-‘Allamah al-Muhaddits Muhammad bin ‘Ali Khirid al-Alawi al-Husaini al-Tarimi.
"Sebagian ulama menganjurkan, saat orang yang berihram haji/umrah sampai di tanah haram, hendaknya membaca doa," tulis Ustadz Mubasysyarum sebagaimana dikutip NU Online dari artikelnya yang berjudul Doa Saat Sampai di Tanah Haram Makkah, Kamis (30/4/2026).
Adapun doa yang dimaksud adalah sebagai berikut.
اللَّهُمَّ زِدْ هَذَا الْبَيْتَ تَشْرِيْفًا وَتَعْظِيْمًا وَعِزَّةً وَمَهَابَةً وَزِدْ مِنْ شَرَفِهِ وَعَظِّمْهُ مِمَّنْ حَجَّهُ أَوْ اِعْتَمَرَهُ، تَشْرِيْفًا وَتَعْظِيْمًا وَتَكْرِيْمَا وَبِرًّا، اَللهم هَذَا حَرَمُكَ فَحَرِّمْ لَحْمِيْ وَدَمِيْ عَلَى النَّارِ، اللهم قِنِيْ عَذَابَكَ يَوْمَ تَبْعَثُ عِبَادَكَ، اللهم آمِنِّيْ مِنْ غَضَبِكَ وَعِقَابِكَ
Allâhumma zid hâdzal baita tasyrîfan wa ta’dhîman wa ‘izzatan wa mahabatan, wa zid min syarafihi, wa ‘adh-dhimhu mimman hajjahu au i’tamarahu, tasyrîfan wa ta’dhîman wa takrîman wa birran. Allâhumma hâdza haramuka fa harrim lahmî wa damî ‘alan-nâr. Allâhumma qinî ‘adzâbaka yauma tab’atsu ‘ibâdaka. Allâhumma âminnî min ghadlabika wa ‘iqâbika.
Artinya: “Ya Allah, tambahkanlah Baitullah ini kemuliaan, keagungan dan kewibawaan, tambahkanlah kemuliannya, agungkanlah ia dari orang yang haji atau umrah menujunya, muliakan, agungkan dan baguskan. Ya Allah, ini adalah tanah haram-Mu, maka haramkanlah daging dan darahku atas neraka. Ya Allah, jagalah aku dari siksa-Mu, di hari Engkau membangkitkan hamba-hamba-Mu. Ya Allah, amankanlah aku dari kemurkaan dan siksaMu.”
Terpopuler
1
Sidang Pleno Muktamar NU Sepakati Ketum PBNU Dipilih melalui AHWA
2
KH Miftachul Akhyar Resmi Terpilih Menjadi Rais Aam PBNU Masa Khidmah 2026–2031
3
AHWA Tetapkan Gus Kikin sebagai Ketua Umum PBNU Masa Khidmah 2026-2031
4
Terpilih, Ini Profil 9 Anggota AHWA Muktamar Ke-35 NU
5
Gus Yahya Minta Massa Pendukung Gus Yusuf Tenang: Potensi Besar Harus Tetap Diakomodasi untuk NU
6
Profil KH Nurul Huda Djazuli Ploso, Anggota Ahwa yang Fokus Belajar dan Mengajar
Terkini
Lihat Semua