Jakarta, NU Online
Ketua Pengurus Pusat Lembaga Ta’mir Masjid NU KH Abdul Manan A Ghani mengatakan warga NU harus yakin dan bangga silisilah keilmuan (sanad) kiai-kiai NU sekarang, KH Hasyim Asy’ari sampai kepada Rasulullah SAW.
<>
Kiai Manan menekankan itu karena sangat penting bagi kesahihan ajaran Islam yang sambung-menyambung. Ia kemudian menukil kalimat yang sering diungkapkan KH Hasyim Asy’ari.
Kalimat itu menurut kiai manan adalah, para kiai itu adalah pintu-pintu dari rumah ilmu. Para kiai itu mengambil ilmu dari kiai-kiai sebelumnya. Kiai-kiai sebelumnya mengambil ilmu dari ulama-ulama sebelumnya sampai bersambung kepada Rasulullah SAW.
Jika seseorang mengambil ilmu tidak dari pintu ulama, maka ia adalah ‘maling’,” lanjutnya saat menyambut kunjungan ibu-ibu Pimpinan Cabang Muslimat NU Kota Kraksaan, Probilinggo, Jawa Timur, di gedung PBNU, Jakarta, Senin (16/6) siang.
Menurut dia, kecenderungan orang yang tidak mengambil ilmu dari ulama (maling) mengaku langsung memahami Nabi Muhammad dari hadits-haditsnya sehingga tak perlu bermazhab. Mereka misalnya langsung memahami hadits dalam kitab Imam Bukhori. “Padahal Imam Bukhori sendiri bermazhab Imam Syafi’i,” katanya.
Karena itu, Kiai Manan meminta ibu-ibu Muslimat untuk selalu belajar kepada kiai-kiai NU yang sanad kelimuannya sudah jelas, kemudian diajarkan kepada anak-anaknya. (Abdullah Alawi)
Terpopuler
1
Besok Rebo Wekasan, Berikut Amalan dan Doa yang Dianjurkan
2
Alma Esbeye Siap Tampil Meriahkan Muktamar Ke-35 NU di Tambakberas
3
Ngaji Al-Hikam, Perlu Fase Menepi dari Ketenaran dalam Hidup
4
Muktamar ke-35 NU Bahas Hukum DNA, Kripto, hingga Pasang Chip di Otak
5
Muktamar Ke-35 NU Bahas Revisi UU Sisdiknas dan Ketenagakerjaan, hingga Qanun Jinayat Aceh
6
Indonesia Peringkat Kedua Kasus DBD Terbesar di Dunia, PDNU Nilai Pencegahan Belum Optimal
Terkini
Lihat Semua