BAZNAS Dorong Digitalisasi dan Integrasi Zakat Nasional
NU Online · Jumat, 17 April 2026 | 06:00 WIB
Ketua BAZNAS RI Sodik Mudjahid dalam Halal Bihalal Poroz di Gedung PBNU, Jalan Kramat Raya 164, Jakarta, pada Kamis (16/4/2026). (Foto: TVNU/Junaedin Ghufron)
Suci Amaliyah
Kontributor
Jakarta, NU Online
Ketua Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI, Sodik Mudjahid menegaskan pentingnya transformasi besar dalam pengelolaan zakat nasional melalui digitalisasi, riset, serta penguatan integrasi kelembagaan.
Sodik menyampaikan bahwa BAZNAS tengah menyiapkan delapan strategi besar untuk periode 2026-2031. Salah satu fokus utama adalah menjadikan digitalisasi sebagai mesin organisasi, dengan membangun sistem terpadu dari tingkat pusat hingga desa.
"Ke depan, seluruh data muzaki dan mustahik akan terintegrasi dalam satu sistem. Ini bagian dari upaya transparansi dan integrasi pengelolaan zakat,” ujarnya dalam kegiatan Halal Bihalal Poroz di Gedung PBNU, Kamis (16/4/2026).
Baca Juga
Sisi Buruk Digitalisasi Zakat
Selain itu, BAZNAS juga memperkuat pendekatan berbasis riset. Kajian akan difokuskan pada profil mustahik dan muzaki, posisi zakat dalam sistem ekonomi nasional, serta dampak pemberdayaan zakat terhadap penurunan kemiskinan.
Menurut Sodik, penguatan riset ini penting untuk menjawab tantangan kebijakan, termasuk peluang menjadikan zakat sebagai bagian dari sistem ekonomi nasional, sebagaimana praktik di negara lain.
"Jika zakat sudah masuk dalam arus utama ekonomi nasional, bukan tidak mungkin ke depan bisa terintegrasi dengan kebijakan fiskal,” jelasnya.
Lebih lanjut, ia menekankan perlunya sistem dan regulasi yang kuat dalam pengelolaan zakat, serupa dengan sistem perpajakan, agar penghimpunan zakat dapat lebih optimal.
Empat karakter lembaga zakat ideal, yakni dikenal luas, dipercaya (amanah), mudah dijangkau termasuk melalui digitalisasi serta mampu menumbuhkan kebanggaan bagi masyarakat.
Ia mencontohkan inovasi dari pelaku usaha di Jawa Timur yang mengintegrasikan pembayaran digital dalam jaringan bisnisnya, sehingga masyarakat dapat dengan mudah menunaikan zakat.
Sodik mengungkapkan empat arahan Presiden RI kepada BAZNAS, yaitu optimalisasi potensi zakat nasional yang mencapai Rp772 triliun, penguatan koordinasi data dan program antar lembaga, pembentukan unit pengumpul zakat hingga tingkat desa, serta peningkatan akuntabilitas pengelolaan.
"Kolaborasi ini menjadi kunci utama. Kita harus bersama-sama memperkuat pengelolaan zakat agar benar-benar berdampak pada kesejahteraan masyarakat,” tegasnya.
Baca Juga
Cara Menghitung Zakat Profesi
Terpopuler
1
PBNU Tetapkan Panitia Munas-Konbes dan Muktamar Ke-35 NU
2
Khutbah Jumat: Menyambut Dzulhijjah dengan Semangat Beribadah
3
LF PBNU Rilis Data Hilal Awal Dzulhijjah 1447 H, Idul Adha Berpotensi 27 Mei 2026
4
Rentetan Pembubaran Nobar Film 'Pesta Babi' Picu Kritik dan Perdebatan Publik
5
MK Sebut Jakarta Masih Berstatus Ibu Kota Negara, Lalu IKN?
6
Kunuzur Rohman Karya Katib Syuriyah PBNU Gus Awis Menyingkap Pesan Al-Qur’an untuk Kehidupan Modern
Terkini
Lihat Semua