Bengkulu Jadi Titik Ke-24 Gerakan Nasional Pesantrenku Aman
NU Online · Jumat, 14 Agustus 2026 | 16:15 WIB
Ketua RMI PBNU KH Hodri Ariev menyampaikan sambutan pada Deklarasi Gerakan Nasional Pesantrenku Aman di Pondok Pesantren Salafiyah Sentot Alibasya, Bengkulu, Kamis (13/8/2026). (Foto: Fikri)
Muhammad Syakir NF
Penulis
Bengkulu, NU Online
Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) melalui Saka Pesantren dan Rabithah Maahid Islamiyah (RMI) terus melakukan Gerakan Nasional Pesantrenku Aman. Bengkulu menjadi titik ke-24 sejak diluncurkan pada awal Mei 2026 lalu.
Ketua RMI PBNU KH Hodri Ariev menegaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan upaya PBNU untuk terus memberikan pendampingan kepada pesantren dalam mewujudkan Pesantrenku Aman.
Hal itu ia sampaikan saat menyampaikan sambutan pada Deklarasi Pesantrenku Aman di Pondok Pesantren Salafiyah Sentot Alibasya di Bengkulu, Kamis (13/8/2026).
RMI PBNU bersama Saka Pesantren PBNU sebagai satgas berupaya untuk menanggulangi dan mencegah agar peristiwa kekerasan tak lagi terjadi di lingkungan pesantren.
Oleh karena itu, Saka Pesantren dan RMI PBNU menggelar kegiatan yang melibatkan seluruh unsur pesantren, mulai dari pengasuh, musyrif-musyrifah, hingga staf administrasi.
"Kita berusaha untuk melakukan langkah-langkah terbaik yang bisa kita laksanakan untuk mencegah berulangnya peristiwa semacam itu," kata Kiai Hodri.
Senada, Wakil Sekretaris Jenderal PBNU Ai Rahmayanti menegaskan bahwa kegiatan deklarasi, halaqah pengasuh, hingga pelatihan musyrif-musyrifah merupakan ikhtiar NU dalam mewujudkan Pesantrenku Aman.
"Beberapa kegiatan Saka itu bagaimana ikhtiar bersama ke depan pesantren-pesantren di lingkungan NU lebih aman," katanya.
Oleh karena itu, PBNU mendorong pesantren-pesantren membuka saluran pengaduan atau laporan. Hal ini penting sebagai langkah pertama dalam melakukan penanganan atas peristiwa yang tidak diinginkan. Bahkan jika perlu, pesantren juga harus berkolaborasi dengan pihak luar jika diperlukan, seperti dengan kepolisian, rumah sakit untuk soal fisik, hingga UPTD Perempuan dan Perlindungan Anak untuk menangani persoalan psikis.
Kegiatan ini dihadiri Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf dan Wakil Ketua Umum PBNU H Amin Said Husni, serta diikuti puluhan pengasuh, musyrif-musyrifah, dan staf administrasi pesantren di wilayah Bengkulu.
Terpopuler
1
Masyarakat Adat Kalimantan Timur Ungkap Penolakan Proyek Karbon Bank Dunia
2
Besok Rebo Wekasan, Berikut Amalan dan Doa yang Dianjurkan
3
Khutbah Jumat: Makna Kemerdekaan yang Hakiki dalam Islam
4
Khutbah Jumat: Hindari Kemaksiatan dalam Perayaan Kemerdekaan
5
Khutbah Jumat Kemerdekaan: Mengenang Jasa Pahlawan, Melanjutkan Perjuangan
6
Wacana Ketua Umum PBNU Dipilih Lewat AHWA, Rais Aam: Semua Dikembalikan ke Muktamirin
Terkini
Lihat Semua