Buka Konferwil, Gubernur Jateng Ajak GP Ansor Kerja Sama
NU Online · Sabtu, 17 Mei 2014 | 15:10 WIB
Wonosobo, NU Online
Konferensi Wilayah (Konferwil) Gerakan Pemuda Ansor Jawa Tengah yang berlangsung di Aula al-A'la Universitas Sains al-Qur'an (Unsiq) Kalibeber, Mojotengah, Wonosobo, secara resmi dibuka Gubernur Jateng Ganjar Pranowo, Sabtu (17/5). Pembukaan ditandai dengan pemukulan bedug.
<>
Dalam sambutannya, Ganjar menekankan perlunya kerja sama yang harmonis antara unsur pemerintah dan masyarakat, khususnya NU. Ia menilai kader muda NU, dalam hal ini GP Ansor, harus berperan aktif dalam pembangunan masyarakat dengan menciptakan ketentraman, keamanan dan ketertiban.
"Ansor sebagai kader muda Nahdlatul Ulama harus terus bergerak untuk secara sinergis bersama-sama pemerintah bekerja dan berjuang meningkatkan kenyamanan di masyarakat," ungkap Gubernur.
Peserta konferwil kali ini terdiri dari pimpinan cabang dan pimpinan anak cabang se-Jawa Tengah. Mereka tampak antusias mengikuti jalannya acara yang salah satu agendanya adalah memilih ketua baru GP Ansor Jateng ini.
Pada Konferwil kali ini ada 3 kandidat yang bersaing menjadi ketua. Mereka adalah Anom, Ikhwanudin, serta Ulil Archam.
"Tiga kandidat ini akan dipilih oleh PC Ansor dan PAC Ansor di seluruh Jateng, yang lulus verifikasi, dengan syarat-syarat antara lain, sudah melakukan pengkaderan berjenjang, ada lembaga keuangan, lkp dll," ungkap Faizin, salah seorang panitia.
Sebelumnya acara diawali dengan dialog publik tentang orientasi pemilih cerdas dalam pemilihan umum presiden (pilpres). Tampil sebagai narasumber Ketua Umum Pimpinan Pusat GP Ansor Nusron Wahid dan salah seorang dosen Unsiq Nurul Mubin. Turut hadir para pelajar dan pengurus NU. (Red: Mahbib Khoiron)
Terpopuler
1
Cara Penguburan Ikan Sapu-Sapu oleh Pemprov DKI Dapat Kritik dari MUI
2
Hukum Mengubur Ikan Sapu-Sapu Hidup-hidup, Bolehkah?
3
Sejumlah Pemberitaan Wafat KH A Wahid Hasyim di Media Massa
4
118 Hotel Siap Tampung 108 Ribu Jamaah Haji Indonesia Kloter Pertama
5
Delegasi Belanda Belajar Nilai dan Kehidupan Santri di Pesantren
6
Risih Tangisan Bayi di Transportasi Umum: Ruang Publik Bukan Milik Kita Sendiri
Terkini
Lihat Semua