Chocodot dan Dodol Oleh-Oleh Favorit Pemudik
NU Online · Rabu, 22 Agustus 2012 | 03:13 WIB
Bandung, NU Online
Coklat isi dodol atau chohodot dan dodol Garut menjadi oleh-oleh favorit pemudik yang hendak kembali ke wilayah Jabodetabek. Jelas ini kabar baik bagi pergerakan ekonomi setempat.<>
Hampir semua kios penjual dodol dan coklat isi dodol di sepanjang Jalan Tarogong, Kabupaten Garut, Jawa Barat, dipenuhi pemudik yang berbelanja kedua makanan khas asal Kabupaten Garut itu.Â
Dodol dijual seharga Rp10.000-Rp40.000 sekotak. Sedangkan harga kiloan rata-rata Rp22.000-Rp25.000 per kilogram. Selain itu juga dijual aneka makanan khas lain, termasuk jenis-jenis coklat aneka warna dan rasa, yang dijual Rp15.000-Rp30.000 perdus.
Kendaraan pribadi berderet di pinggir jalan yang juga merupakan jalur utama mudik dari arah Kabupaten Garut itu. Kendaraan itu silih berganti memasuki kawasan parkir di kawasan itu. Rata-rata kendaraan yang berderet di kawasan itu bernomor polisi Jakarta dan Bogor.Â
"Ada peningkatan jumlah pembeli sejak musim mudik, terutama mudik balik Lebaran saat ini," kata, Gerry, pemilik kios penjualan penganan khas Garut di Jalan Tarogong Garut, Selasa.Â
Meski marema pembeli, namun para penjual penganan khas Garut itu tetap menjual dodol, chocodot dan makanan lainnya dengan harga seperti hari-hari biasa. "Tidak ada kenaikan harga, sama seperti hari-hari biasa. Barangnya juga baru-baru," katanya.Â
Selain itu, kerupuk kulit juga menjadi salah satu penganan yang diburu oleh para pemudik. Selain untuk oleh-oleh, juga untuk camilan sepanjang perjalanan arus balik ke kota asal masing-masing.Â
Selain di Kota Garut, penjualan dodol, chocodot dan makanan khas daerah itu juga dijual di sepanjang jalur Lingkar Nagreg dan di Nagreg lama.
Redaktur: Mukafi Niam
Sumber  : Antara
Terpopuler
1
Muktamar ke-35 NU Digelar 1-5 Agustus 2026, Penentuan Tuan Rumah Gunakan Empat Kriteria
2
KH Nurul Huda Djazuli: Saya Cinta NU, Saya Tak Ingin Melihat Pengurus Bertengkar, NU dan Pesantren Harus Menguatkan
3
Seruan 13 Kiai Sepuh tentang AHWA Jelang Pembukaan Munas dan Konbes NU 2026
4
Rais Aam PBNU Kembali Gunakan Bahasa Arab dalam Khutbah Iftitah Munas-Konbes NU 2026
5
Ketum PBNU: Barokah Kiai Sepuh, Munas dan Konbes NU di Ploso Berjalan Sukses
6
Sidang Pleno II Munas-Konbes, Ketum PBNU Sebut Pelatihan Kader NU Jadi Fondasi Meritokrasi
Terkini
Lihat Semua