Nasional

Dibangun Sejak 2018, Kantor PP Fatayat NU Kini Jadi Rumah Kader

NU Online  ·  Sabtu, 31 Oktober 2026 | 13:00 WIB

Dibangun Sejak 2018, Kantor PP Fatayat NU Kini Jadi Rumah Kader

Syukuran pengembangan kantor PP Fatayat NU di Jakarta Pusat. (Foto: Dok PP Fatayat NU)

Jakarta, NU Online

Pembangunan kantor Pimpinan Pusat (PP) Fatayat Nahdlatul Ulama (NU) di Jakarta Pusat telah dirintis sejak 2018 pada masa kepemimpinan Anggia Ermarini. Proses pembangunan dan pengembangannya kemudian dilanjutkan pada kepengurusan Margaret Aliyatul Maimunah hingga kantor tersebut menjadi ruang bersama bagi kader perempuan NU dari berbagai daerah.


Dewan Pembina PP Fatayat NU Anggia Ermarini menceritakan, gagasan membangun kantor bermula ketika dirinya memimpin organisasi. Saat itu, ia mengupayakan dukungan melalui program pengembangan kepemudaan Kementerian Pemuda dan Olahraga agar Fatayat memiliki ruang yang lebih memadai untuk menjalankan aktivitas organisasi.


Anggia mengungkapkan, upaya mengajukan pembangunan gedung tidak berjalan mudah. Salah satu tantangannya berkaitan dengan ketentuan usia penerima manfaat program kepemudaan, sementara rentang usia anggota Fatayat cukup beragam. Meski demikian, ia terus mengupayakan agar organisasi memiliki fasilitas sendiri yang dapat digunakan untuk memperkuat aktivitas kader.


“Sejak awal saya ingin Fatayat memiliki rumah sendiri. Tempat kader bisa berkumpul, berdiskusi, dan mengembangkan organisasi. Kami berusaha memanfaatkan fasilitas yang tersedia agar gedung ini bisa terwujud dan menjadi milik bersama kader,” ujar Anggia dalam keterangan tertulisnya.


Ia menjelaskan, gedung tersebut dirancang dengan empat lantai untuk mengakomodasi berbagai kebutuhan organisasi. Selain ruang pertemuan dan aula, bangunan itu juga direncanakan memiliki kamar yang dapat digunakan kader dari luar Jakarta ketika mengikuti kegiatan di kantor pusat. Dengan fasilitas tersebut, kantor diharapkan menjadi tempat yang memudahkan kader menjalin komunikasi dan memperkuat jejaring.


Anggia menyebut pembangunan yang dirintis pada masa kepemimpinannya kemudian diteruskan oleh kepengurusan berikutnya. Almarhumah Margaret Aliyatul Maimunah, yang terpilih sebagai Ketua Umum PP Fatayat NU masa khidmah 2022–2027, melanjutkan proses pengembangan kantor hingga bangunan tersebut semakin tertata dan siap dimanfaatkan. Anggia berharap kerja lintas kepengurusan itu terus dijaga dengan menghidupkan kantor melalui kegiatan produktif.


Pj Ketua Umum PP Fatayat NU Dewi Winarti mengatakan, kantor tersebut merupakan hasil kerja panjang dan kontribusi banyak pihak. Ia mengajak seluruh kader menghargai para pengurus yang telah merintis, melanjutkan, dan merawat pembangunan kantor, termasuk almarhumah Margaret Aliyatul Maimunah yang memimpin Fatayat pada masa pengembangan gedung.


“Kita tidak boleh melupakan orang-orang yang telah berjuang menghadirkan kantor ini. Ada proses panjang dan kerja banyak kepengurusan. Almarhumah Margaret Aliyatul Maimunah juga menjadi bagian penting dari perjalanan tersebut. Semoga segala ikhtiar dan pengabdiannya menjadi amal jariyah,” ujar Dewi dalam sambutannya di Kantor PP Fatayat NU, Jakarta Pusat, Jumat (30/10/2026).


Menurut Dewi, kantor itu harus menjadi rumah bersama bagi seluruh kader, bukan semata-mata tempat menjalankan agenda administratif. Ia ingin setiap kader yang datang merasa diterima, nyaman, dan memiliki ruang untuk berbagi cerita, bertukar gagasan, serta saling menguatkan dalam menjalankan pengabdian.


Dewi juga mendorong tujuh bidang dan tujuh lembaga di lingkungan PP Fatayat NU memanfaatkan ruangan yang tersedia untuk pertemuan rutin dan koordinasi. Aktivitas yang berkelanjutan dinilai penting agar kantor tidak hanya ramai ketika ada acara besar, tetapi juga menjadi pusat kerja organisasi sehari-hari.


Selain menjadi ruang konsolidasi internal, kantor tersebut diharapkan terbuka bagi kegiatan yang melibatkan masyarakat. Dewi ingin ruang pertemuan dapat digunakan untuk kajian, diskusi, dan forum belajar sehingga keberadaan kantor memberi manfaat lebih luas, tidak hanya bagi pengurus dan anggota Fatayat.


Ia menilai keberadaan gedung yang nyaman perlu diikuti semangat kader untuk melahirkan gagasan dan kerja nyata. Setiap pertemuan diharapkan menghasilkan inisiatif yang dapat ditindaklanjuti, baik dalam penguatan organisasi maupun kegiatan sosial yang menjawab kebutuhan perempuan dan masyarakat.


Dewi menjelaskan, peresmian kantor PP Fatayat NU juga diisi dengan khataman Al-Qur’an dan istighosah yang diikuti pengurus secara khidmat. Rangkaian tersebut menjadi ikhtiar spiritual sekaligus doa agar kantor baru ini membawa keberkahan dan menjadi ruang pengabdian bagi kader Fatayat NU di seluruh Indonesia.


Peresmian pengembangan kantor berlangsung di lantai 4 Gedung PP Fatayat NU, Jumat (30/10/2026), dalam rangkaian peringatan Hari Santri. Kegiatan digelar secara hibrida dan diikuti pengurus Fatayat NU dari berbagai wilayah di Indonesia serta Pimpinan Cabang Istimewa (PCI) Fatayat NU di luar negeri. Prosesi peresmian ditandai dengan pemotongan rangkaian bunga melati dan tumpeng.

Gabung di WhatsApp Channel NU Online untuk info dan inspirasi terbaru!
Gabung Sekarang