Yogyakarta, NU Online
Warga NU masih mendoakan KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) yang wafat empat tahun lalu. Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) mendoakannya di Gedung PWNU DIY pada Ahad (5/1).
<>
Kegiatan ini dihadiri pengurus wilayah, pengurus cabang, anak muda NU dan juga warga NU. Hadir pada kesempatan itu, salah seorang adik Gus Dur, Lily Wahid dan Mangun Dinomo warga Jawa yang tinggal di Suriname.
Lily Wahid pada kesempatan itu bercerita perjuangan warga NU zaman dulu, juga tentang sosok Gus Dur yang memiliki sifat bijak dalam melakukan sesuatu. "Gus Dur itu ketika melakukan sesuatu selalu dipikir matang-matang bukan asal-asalan," katanya.
"Kita sangat patut belajar ilmu sabar dan ikhlas sama Gus Dur. Ketika beliau disakiti orang-orang, Gus Dur tidak pernah membenci mereka, bahkan selalu memaafkan mereka. Seharusnya menjadi manusia ya seperti itu, tidak kemudian selalu menyalahkan orang lain yang belum tentu salah, menjelekkan orang lain yang belum tentu dia lebih baik dari orang yang menjelekkan itu," lanjutnya.
Sementara Mangun Dimono menyatakan kebahagiaannya bisa berkumpul bersama warga NU, "Saya sangat senang bisa mengikuti acara ini," katanya.
Kegiatan bertajuk Haul Gus Dur ke-4 dan Doa tokoh-tokoh NU tersebut ditutup dengan pengundian Umroh Gratis oleh Majalah Bangkit PWNU DI Yogyakarta. (Muyassaroh Hafidzoh/Abdullah Alawi)
Terpopuler
1
PWNU dan PCNU Se-Yogyakarta dan Jawa Tengah Tolak Pembatasan Ahwa hingga Perubahan Kedudukan Rais Aam
2
Khutbah Jumat: Tahun Baru Hijriah, Momentum Upgrade Diri Menuju Muslim yang Lebih Baik
3
Khutbah Jumat: Spirit Muharram untuk Menghadapi Era Modern
4
95 Peserta Lolos Verifikasi Administrasi Seleksi Majelis Masyayikh, Berikut Daftarnya
5
Usulan LF PBNU Atasi Perbedaan Awal Bulan Hijriah di Tengah Kesepakatan Imkanur Rukyah
6
Khutbah Jumat Bahasa Jawa: Nguri-uri Kamulyaning Wulan Muharram
Terkini
Lihat Semua