Nasional

Dorong Kemandirian Pangan, Mentan Ajak Pesantren Manfaatkan Program Bibit Gratis Pemerintah

NU Online  ·  Ahad, 26 Juli 2026 | 22:00 WIB

Dorong Kemandirian Pangan, Mentan Ajak Pesantren Manfaatkan Program Bibit Gratis Pemerintah

Menteri Pertanian (Mentan) RI Andi Amran Sulaiman usai sesi diskusi di Kongres Umat Islam Indonesia (KUII) VIII di Hotel Bidakara, Jakarta, Ahad (26/7/2026). (Foto: NU Online/Suci)

Jakarta, NU Online

Menteri Pertanian (Mentan) RI Andi Amran Sulaiman mengajak pesantren yang memiliki lahan untuk memanfaatkan program bantuan bibit perkebunan gratis dari pemerintah. Menurutnya, Presiden Prabowo Subianto telah menyiapkan hibah bibit tebu, kelapa, mete, hingga kopi guna mendukung kemandirian pangan dan ekonomi pesantren. 


"Kebetulan kami juga pembina di pesantren, kami imbau diusulkan ke Kementerian Pertanian, kami akan tanami. Tinggal tunjuk tanah, kami tanami bibitnya," ujar Menteri Amran usai sesi diskusi di Kongres Umat Islam Indonesia (KUII) VIII di Hotel Bidakara, Jakarta, Ahad (26/7/2026).


Menteri Amran mengatakan pemerintah telah menyiapkan program penanaman di lahan seluas sekitar 870 ribu hektare di seluruh Indonesia. 


Seluruh bantuan, mulai dari bibit hingga pengelolaan lahan untuk komoditas tertentu, diberikan secara cuma-cuma. "Kalau ada pesantren butuh, ada bibit tebu, kelapa, mente, kopi gratis dari Bapak Presiden," ujar Amran.


Amran mengungkapkan pemerintah masih memiliki stok benih yang siap disalurkan apabila masih ada pesantren atau masyarakat yang membutuhkan.


"Kita sudah kerja sama, sudah jalan. Tapi kalau masih ada yang butuh, sekarang benihnya masih siap," ujarnya.


Ia mencontohkan, pada tahun lalu Kementerian Pertanian menyalurkan bibit untuk penanaman di lahan seluas 30 ribu hektare di Jawa Timur dan kini telah memasuki masa produksi.


"Tahun ini minta 100 ribu hektare kami kasih. Nilai total bibit itu Rp9,95 triliun. Itu untuk rakyat semua, hibah," tegasnya.


Sebelumnya, Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman memberikan berbagai bantuan pertanian kepada Pondok Pesantren eLKISI, Mojokerto, Jawa Timur, sebagai upaya memperkuat kemandirian pangan dan mendorong pesantren menjadi pusat pemberdayaan ekonomi masyarakat berbasis pertanian. 


Bantuan tersebut meliputi pengembangan sarana produksi tanaman pangan, perkebunan, hingga peternakan agar potensi lahan yang dimiliki pesantren dapat dimanfaatkan secara lebih produktif.


Menurut Mentan Amran, pesantren memiliki peran strategis dalam memperkuat ketahanan pangan nasional karena tidak hanya menjadi pusat pendidikan, tetapi juga mampu menjadi pusat produksi pangan dan pemberdayaan ekonomi masyarakat.


Ia menegaskan Kementerian Pertanian akan terus mendukung pengembangan usaha pertanian di lingkungan pesantren agar mampu menciptakan santri yang mandiri sekaligus melahirkan wirausahawan muda di sektor pertanian. 


"Adanya pengembangan pertanian di lingkungan pesantren diharapkan mampu menjadi model pemberdayaan ekonomi berbasis kelembagaan yang memberikan manfaat tidak hanya bagi santri, tetapi juga masyarakat sekitar," tandasnya.

Gabung di WhatsApp Channel NU Online untuk info dan inspirasi terbaru!
Gabung Sekarang