Nasional

Enam Hari Mudik 2026, Kecelakaan Meningkat 935 Kasus, 106 Orang Meninggal Dunia

NU Online  ·  Jumat, 20 Maret 2026 | 15:37 WIB

Enam Hari Mudik 2026, Kecelakaan Meningkat 935 Kasus, 106 Orang Meninggal Dunia

Kecelakaan pemudik 2026 di tol Pejagan-Pemalang pada Kamis (19/3/2026), korban meninggal dunia 4 orang. (Foto: dok Polantas)

Jakarta, NU Online

Angka kecelakaan lalu lintas pada mudik Lebaran 2026 meningkat dibanding dengan tahun 2025. Berdasarkan data yang dirilis Kepolisian Republik Indonesia, terjadi kenaikan sebesar 1,97 persen dibandingkan 2025. Meski begitu, jumlah korban jiwa akibat kecelakaan justru mengalami penurunan.

 

Selama enam hari pelaksanaan Operasi Ketupat 2026, yakni pada 13 hingga 18 Maret 2026, Polri mencatat sebanyak 935 kasus kecelakaan di berbagai jalur utama mudik. Dari jumlah tersebut, korban meninggal dunia mencapai 106 orang.

 

Data tersebut dibagikan melalui akun Instagram Divisi Humas Polri. Dalam keterangannya, pihak kepolisian mengingatkan para pemudik untuk tetap mengutamakan keselamatan selama perjalanan.

 

“Dari 13-18 Maret 2026, tercatat 935 kasus dengan 106 korban meninggal dunia. Jadi, jangan cuma fokus cepat sampai ya, yang penting selamat sampai,” demikian keterangan tersebut dikutip NU Online pada Jumat (20/3/2026).

 

Dalam periode yang sama, tercatat 196 orang mengalami luka berat, sementara 1.554 lainnya mengalami luka ringan. Adapun kerugian materiil akibat kecelakaan mencapai Rp2,3 miliar.

 

“Arus Mudik Lebaran yang semakin ramai membawa harapan untuk berkumpul bersama keluarga di kampung halaman. Yuk, lebih hati-hati dan tetap taat aturan lalu lintas biar perjalanan tetap aman,” terangnya.

 

Lonjakan angka kecelakaan ini terjadi di tengah meningkatnya volume kendaraan yang meninggalkan wilayah perkotaan. Hingga 18 Maret 2026 pukul 06.00 WIB, jumlah kendaraan yang keluar tercatat mencapai 732.129 unit. Kepadatan lalu lintas pun tak terhindarkan, terutama di ruas Tol Jakarta-Cikampek arah Trans Jawa, di mana kecepatan kendaraan turun drastis hingga 30-40 km/jam dan menyebabkan arus padat merayap.

 

Kondisi serupa juga terjadi di Jalur Lintas Timur Sumatra, khususnya di kawasan Betung. Kemacetan panjang pada 14 hingga 16 Maret dipicu oleh kontur jalan menanjak, kendaraan mogok, hingga kecelakaan, serta sempitnya ruas jalan yang dilalui kendaraan sumbu tiga.

 

Sementara itu, di jalur Denpasar-Gilimanuk, pelambatan ekstrem berlangsung sejak 14 hingga 18 Maret akibat berbarengan cuti hari raya dan Hari Raya Nyepi, serta keterbatasan kapasitas angkutan penyeberangan. Antrean kendaraan bahkan mencapai 25 hingga 30 kilometer.

 

Di sisi lain, rekayasa lalu lintas berupa sistem one way lokal sempat diberlakukan dari KM 414 Gerbang Tol Kalikangkung hingga KM 460 Tol Semarang-Solo. Namun, kebijakan tersebut dihentikan pada Kamis, 19 Maret 2026 pukul 21.00 WIB, dan lalu lintas kembali normal dua arah dari Solo menuju Semarang, dengan penerapan bersifat situasional sesuai diskresi kepolisian.

 

Polri kembali mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati selama perjalanan mudik.

 

 “Pengendara diimbau untuk melakukan jaga jarak aman serta perhatikan batas kecepatan saat berkendara. Selalu waspada terhadap kondisi jalan, utamakan keselamatan, pastikan saldo e-toll cukup dan mematuhi arahan petugas di lapangan,” terangnya.

Gabung di WhatsApp Channel NU Online untuk info dan inspirasi terbaru!
Gabung Sekarang