GP Ansor Kota Bandung Butuh Pemimpin yang Siap Bekerja
NU Online · Sabtu, 20 Oktober 2012 | 00:20 WIB
Bandung, NU Online
Jelang konferensi Cabang GP Ansor Kota Bandung, yang akan digelar 21 Oktober, berbagai pendapat terkait tipologi pemimpin GP Ansor Kota Bandung ke depan sudah mulai bermunculan.
<>
Hal itu, seperti diungkapkan Sekretaris PW Ansor Jawa Barat Deni Ahmad Haidar, mengatakan, Kota Bandung merupakan ibu kotanya Jawa Barat, untuk itu selain memiliki wawasan yang kuat pemimpin GP Ansor Kota Bandung, harus siap bekerja dan suka dengan tantangan-tantangan baru.
"Kami harapakan Konfercab Kota Bandung ini menghasilkan pemimpin yang mau bekerja dan senang dengan tantangan dan menjadikan Ansor sebagai prioritas utama dalam jadual kehidupanya," ungkap Deni yang juga ketua KPU Kabupaten Purwakarta saat di hubungi NU Online Jumat (18/10).
Selain itu menurutnya, Konfercab GP Ansor yang akan di gelar pada 21 Oktober di harapan melahirkan rekomendasi-rekomendasi yang gemilang.
"Ke depan pengurus Ansor saya harapkan harus mampu memunculkan budaya dan tradisi berorganisasi yang baik yang mengedepankan prinsip-prinsip tasammuh, tawassuth dan tawazzun sebagaimana hal NU," tandasnya.
Tidak puas dengan pernyataan di atas, Deni juga menambahkan siapa pun pemimpin GP Ansor ke dapan diharapkan juga, PC Ansor Kota Bandung bisa menjadi Ansor yang mau bekerja, Ansor yang mau melakukan konsolidasi organisasi secara serius dan Ansor yang mampu bersilaturrahim dengan semua komponen baik internal NU maupun eksternal menuju Ansor yang diperhitungkan atau bisa membuat perhitungan.
Redaktur : Mukafi Niam
Kontributor: Zaenal Mutaqin
Terpopuler
1
Kepada Pengurus NU, KH Nurul Huda Djazuli: Tetap Ikhlas demi Menghidupkan NU
2
Seruan 13 Kiai Sepuh tentang AHWA Jelang Pembukaan Munas dan Konbes NU 2026
3
Rais Aam PBNU Kembali Gunakan Bahasa Arab dalam Khutbah Iftitah Munas-Konbes NU 2026
4
Muktamar ke-35 NU Digelar 1-5 Agustus 2026, Penentuan Tuan Rumah Gunakan Empat Kriteria
5
Sidang Pleno II Munas-Konbes, Ketum PBNU Sebut Pelatihan Kader NU Jadi Fondasi Meritokrasi
6
KH Afifuddin Muhajir: Mekanisme Pemilihan Pemimpin, Apakah Harga Mati atau Beradaptasi?
Terkini
Lihat Semua