Gubernur Jakarta Batasi Pengiriman Sampah Setelah Terjadi Longsor di TPST Bantargebang
NU Online · Selasa, 10 Maret 2026 | 07:30 WIB
Rikhul Jannah
Kontributor
Jakarta, NU Online
Gubernur Daerah Khusus Ibukota (DKI) Jakarta Pramono Anung akan membatasi pengiriman sampah ke Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang, Desa Ciketing Udik, Bantargebang, Kota Bekasi, Jawa Barat setelah terjadinya longsor hebat pada Ahad (8/3/2026).
Pramono mengatakan bahwa keterbatasan daya tampung menjadi alasan utama pemerintah daerah segera merombak skema pembuangan sampah untuk wilayah Jakarta.
"Karena Bantargebang memang harus mulai ada pembatasan, karena daya tampungnya sudah sangat terbatas,” ujar Pramono di Jakarta pada Senin (9/3/2026).
“Untuk sementara ini, sambil menunggu zona 4A diselesaikan, maka zona 3 dan 2 zona baru sedang kita persiapkan untuk bersifat temporer, sementara. Jadi tidak permanen," lanjutnya.
Ia mengatakan bahwa langkah tersebut diambil mengingat kapasitas penampungan di lokasi tersebut yang sudah mencapai ambang batas maksimal di tengah volume sampah Jakarta yang mencapai 8.000 ton per hari.
i
"Sekarang ini harian, apa, sampah kita antara 7.400 sampai dengan 8.000. 8.000 kalau biasanya pada akhir pekan. Pasti ada dampaknya. Dan untuk itu kami akan melakukan proses pemilahan di ujung,” ucapnya.
Pramono mengatakan bahwa pihaknya akan mencoba menekan volume sampah melalui proses pemilihan yang lebih ketat sebelum dikirim ke tempat pembuangan akhir.
"Saya akan memulai untuk pemilahan sampah itu sudah dilakukan, tidak semuanya harus dikirimkan ke Bantargebang atau ke tempat-tempat penampungan sampah. Karena sekarang ini hampir sebagian besar tidak dilakukan pemisahan kemudian dikirim ke Bantargebang," ujar Pramono.
Sebelumnya, Menteri Lingkungan Hidup (LH) Hanif Faisol Nurofiq mengatakan, akan menyelesaikan akar masalah di TPST Bantargebang agar tidak ada lagi korban jiwa.
Menurutnya, peristiwa longsor yang terjadi pada ahad (8/3/2026) lalu akibat kegagalan pengelolaan sampah Jakarta. TPST Bantargebang kini menampung beban kritis hingga 80 juta ton sampah.
"Kita harus selesaikan akar masalah sampah Jakarta agar tidak ada lagi korban," ujar Hanif di TPST Bantargebang pada Ahad (8/3/2026).
Terpopuler
1
Sambangi PBNU, 23 PWNU Sampaikan Harapan Soal Muktamar ke-35 NU
2
5 Santri Laki-laki Jadi Korban Pelecehan Seksual, Syekh Ahmad Al Misry Jadi Tersangka
3
Innalillahi, Pengurus Muslimat NU Kemayoran Wafat dalam Kecelakaan Kereta di Bekasi
4
Stasiun Bekasi Timur Ditutup Sementara, KRL Hanya Beroperasi hingga Stasiun Bekasi
5
KA Jarak Jauh Tabrak KRL di Bekasi Timur, Gerbong Perempuan Ringsek
6
Sempat Hilang, Karyawan Kompas TV Aini Meninggal Dunia dalam Kecelakaan Kereta di Bekasi Timur
Terkini
Lihat Semua