Jember, NU Onilne
Ahad sore (8/6) kemarin, mendung duka menggelayut di langit Jember. Salah seorang putera terbaik Jember, KH Khotib Umar dipanggil Sang Khalik. Kiai kelahiran tahun 1940 itu menghembuskan nafas terakhirnya di rumah sakit Dr. Soebandi, Patrang, Jember setelah 5 hari opname di rumah sakit tersebut.<>
Dalam beberapa tahun terakhir, kondisi pengasuh pesantren Raudlatul Ulum, Sumberwringin itu memang labil. Sudah tak terhitung berapa kali ia keluar masuk rumah sakit, baikdi Jember maupun di Surabaya. āYa beliau memang sakit-sakitan, gangguan pernafasan terutama, juga komplikasi,ā kata salah seorang kerabatnya, Nyai Jaāfaroh Hasan kepada NU Online semalam.
Seiring dengan kondisi fisiknya yang menurun,Ā Kiai Khotib juga mengurangi akivitasnya sebagai muballigh. Namun untuk area Jember, beliau masih bisa memenuhi panggilan dakwah, kendati harus pakai kursi roda.
Kiai Khotib dikenal sebagai salah seorang kiai khos NU. Ia kerap menjadi jujugan tokoh NU dan pejabat yang berkunjung ke Jember. Kiai Hasyim Muzadi, KH. Said Aqil Siroj dan sederet tokoh NU lainnya, juga terhitung kerap mengunjungi beliau.
Demikian juga dengan Gus Dur. Bahkan Kiai Khotib dikenal mempunyai hubungan khusus dengan mantan presiden RI tersebut. Sudah takĀ terhitung berapa kali, Gus Dur mengunjungi Sumberwringin, baik sebelum, saat menjadi persiden maupun seteleh lengser.
Ketika masih sama-sama sehat, takĀ jarang Kiai Khotib sowan ke Gus Dur di Jakarta. āAba dan Gus Dur memang cukup dekat hubungannya,ā tutur Izat Umari, salah seorang putranya. (Aryudi A. Razaq/Anam)
Terpopuler
1
KH Miftachul Akhyar: Muktamar Ke-35 Jadi Pelajaran NU untuk Berani Keluar dari Kebiasaan
2
Khutbah Jumat: Hati Merasa Jauh dari Allah, Apa yang Harus Dilakukan?
3
Khutbah Istisqa: Saat Kekeringan Melanda Saatnya Muhasabah dan Berbenah Diri
4
Hukum Mengambil Air Masjid untuk Kebutuhan Warga Saat Kekeringan, Bolehkah?
5
Khutbah Jumat: Musim Kemarau dan Anjuran Hemat Air dalam Islam
6
Membaca Ulang Fiqih Pajak: Agenda yang Tersisa dari Muktamar Ke-35 NU
Terkini
Lihat Semua