Bukan Sekadar Penonton, Menag: Fatayat NU Harus Jadi Pencipta Sejarah
NU Online · Ahad, 17 Mei 2026 | 14:00 WIB
Menag Nasaruddin Umar dalam peringatan Hari Lahir Ke-76 Fatayat NU di Masjid Istiqlal Jakarta, Ahad (17/5/2026). (Foto: Herlyn)
Suci Amaliyah
Kontributor
Jakarta, NU Online
Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar mengajak kader muda Fatayat NU memanfaatkan masa muda sebagai momentum terbaik untuk menciptakan sejarah dan memberikan kontribusi nyata bagi bangsa.
Hal itu disampaikan Menag saat memberikan sambutan di hadapan kader Fatayat NU pada perigatan Hari Lahir Ke-76 Fatayat dan mengenang 40 hari wafatnya Margaret Aliyatul Maimunah di Masjid Istiqlal Jakarta, Ahad (17/5/2026).
Menag Nasaruddin menyebut bahwa masa muda merupakan fase penting dalam kehidupan seseorang. Menurutnya, ketika seseorang masih berada di usia muda, ruang untuk belajar, bergerak, dan melakukan kesalahan masih terbuka luas.
"Kalau orang masih muda, kalau salah sedikit masih dimaafkan. Tapi kalau nanti sudah menjadi muslimat, tanggung jawabnya jauh lebih besar,” ujarnya.
Ia kemudian mendorong kader Fatayat NU agar tidak kalah dengan organisasi IPNU-IPPNU. Menurutnya, kader Fatayat justru harus mampu menunjukkan kualitas dan kapasitas yang lebih besar.
"Anda harus lebih hebat dari IPPNU. Kalau IPPNU mungkin masih belajar benar dan salah, maka Fatayat harus lebih matang,” katanya.
Menag juga menyampaikan bahwa puncak pencapaian perempuan justru tidak selalu terjadi ketika sudah berada di fase senior organisasi.
Masa menjadi kader Fatayat NU, kata Menag, merupakan periode paling strategis untuk melahirkan perubahan dan sejarah. "Fatayat NU adalah masa yang paling cepat dan paling tepat untuk menciptakan sejarah,” ungkapnya.
Ia menilai banyak orang terlambat mengambil langkah besar karena menunggu waktu yang dianggap ideal. Padahal, menurutnya, perubahan besar lahir dari keberanian anak muda untuk bergerak sejak sekarang.
"Terlambat membuat sejarah kalau nanti sudah muslimat. Terlambat membangun mimpi kalau menunggu nanti. Maka selagi masih Fatayat, mari melakukan sesuatu. Mari membuat sejarah,” tegasnya.
Sekretaris Umum Fatayat NU, Ella Siti Nuryamah mengatakan peringatan Harlah Ke-76 Fatayat NU tahun ini bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan menjadi ruang silaturahmi dan konsolidasi kader dari berbagai wilayah.
"Harlah Ke-76 bukan hanya sebatas seremonial, ini adalah ajang silaturahim dan konsolidasi seluruh kader Fatayat," ujarnya.
Ella juga menyoroti perkembangan organisasi yang terus meluas hingga tingkat nasional dan internasional. Menurutnya, Fatayat Nahdlatul Ulama terus memperkuat kaderisasi, pemberdayaan perempuan, serta kerja kolaboratif dengan berbagai pihak.
la menjelaskan, saat ini telah terbentuk ratusan cabang Fatayat NU di berbagai daerah serta puluhan PCI (Pimpinan Cabang Istimewa) di luar negeri sebagai bagian dari perluasan gerakan organisasi.
"Fatayat NU hadir di tengah kota, di tengah desa, bahkan hingga tingkat internasional," ungkapnya.
Terpopuler
1
Khutbah Jumat: Beribadah Bukan Transaksi, Meluruskan Hubungan antara Hamba dengan Tuhan
2
Khutbah Jumat: Spirit Sumpah Pemuda, Jangan Bungkam Suara Anak Muda yang Peduli Bangsa
3
Alvin Tedjo, Pria Keturunan Indonesia yang Terpilih sebagai Wali Kota Mississauga di Kanada
4
Khutbah Jumat: Pentingnya Menolong Tetangga di Tengah Kesulitan Ekonomi
5
Khutbah Jumat: 3 Alasan Pemerintah Wajib Mendengarkan Aspirasi Rakyat
6
Rais Aam PBNU KH Miftachul Akhyar: Tugas Pengurus Merangkul Semua Elemen, Meningkatkan Kualitas Nahdliyin
Terkini
Lihat Semua