Gus Mus Sampaikan Pesan Solidaritas Sosial dan Kemanusiaan di Tengah Wabah Corona
NU Online · Sabtu, 21 Maret 2020 | 14:15 WIB
“Kita yang selama ini lupa—dibuat lupa oleh pesona dunia dan fanatisme golongan—diingatkan kembali kepada firman-Nya Surat Al-Hujurat ayat 13; bahwa kita Ia ciptakan dari laki-laki dan perempuan dan Ia jadikan bersuku-suku dan berbangsa-bangsa agar kita saling mengenal. Saling peduli,” tulis Gus Mus melalui akun facebook-nya, Sabtu (21/3) sore.
Selain itu, kita juga diingatkan dengan sabda Rasul-Nya bahwa kita semua ini dari bapak yang satu. "Kullukum min Adam wa Adam min turab," atau (setiap kamu berasal dari Adam. Adam berasal dari tanah, red-).
Dengan peringatan yang keras ini—di mana kita yang makhluk sosial dipaksa menyendiri dan menjaga jarak dengan sesama—diharapkan kita menjadi sadar akan persaudaraan kita sebagai manusia.
“Dan kemudian memulai dengan bersama-sama mengupayakan kemaslahatan bersama, menghadapi wabah yang mengancam kita semua ini,” ujar Gus Mus.
Pengasuh Pesantren Pesantren Raudlatut Thalibin, Leteh, Rembang ini melanjutkan, masing-masing pihak dalam mencari solusi atas waah ini harus bekerja sesuai kedudukan dan kemampuannya. “Semua urusan diserahkan kepada ahlinya: urusan kesehatan kepada ahli kesehatan; urusan agama kepada ahli agama. Pemerintah mengatur sesuai wewenang dan tanggung jawabnya,” tulis Gus Mus.
Sementara, masyarakat yang awam membantu dengan mengikuti arahan-arahan pihak-pihak yang berkompenten.
Di samping mengikuti arahan-arahan—seperti untuk sementara di rumah saja, menjaga kebersihan, menjaga jarak—kita, khususnya kaum Muslimin, juga bisa membantu dengan ikhtiar batin yaitu memperbanyak istighfar (Astaghfirullahal ‘azhiim) dan shalawat Nabi yang kita sukai atau hafal.
Selain itu, Gus Mus juga mendorong umat Islam membaca doa Hizib Bahar-nya Syekh Abul Hasan Asy-Syadzili.
Pewarta: Kendi Setiawan
Terpopuler
1
Khutbah Idul Fitri: Menjaga Fitrah Setelah Ramadhan Berlalu
2
Khutbah Jumat: Istiqamah Pasca-Ramadhan, Tanda Diterimanya Amalan
3
Muslim Arab dan Eropa Rayakan Idul Fitri 1447 H pada Hari Jumat, 20 Maret 2026
4
Khutbah Jumat: Anjuran Membaca Takbir Malam Idul Fitri
5
Khutbah Idul Fitri Bahasa Arab 2026: Jadilah Hamba Sejati, Bukan Hamba Musiman: Konsistensi dalam Ketaatan Setelah Ramadhan
6
Khutbah Idul Fitri: Hari Kemenangan untuk Kebebasan Masyarakat Sipil
Terkini
Lihat Semua