Gus Sholah Deklarasikan Gerakan Kebajikan Pancasila
NU Online · Rabu, 9 Desember 2015 | 07:59 WIB
Jakarta, NU Online
Gerakan Kebajikan Pancasila sebagai ajakan kepada seluruh masyarakat Indonesia untuk menghentikan kekerasan dan melaksanakan kebaikan sesuai nilai-nilai Pancasila secara resmi dideklrasikan di Jakarta, Senin (7/12).
<>
Dalam siaran persnya di Jakarta, Selasa, satu deklarator Gerakan Kebajikan Pancasila Sallahudin Wahid (Gus Sholah) mengatakan, kekerasan yang terjadi di negara ini dari tahun ke tahun nampak meningkat, seperti kekerasan yang pertama terjadi didalam keluarga, kemudian kekerasan di depan publik dan ada kekerasan dalam agama.
Pengasuh Pondok pesantren Tebu Ireng Jombang Jatim itu menambahkan, kekerasan dalam segala bidang tidak akan menyelesaikan masalah. Justru kekerasan yang terjadi tidak menumbuhkan rasa kebajikan di Indonesia.
"Hal-hal kebajikan di dunia ini sangat banyak. Tentunya, jika kita berbuat baik pada semua orang akan berbuah baik pada diri kita juga," katanya.
Nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan berbangsa saat ini, kata Gus Sholah, semakin lama terus terkikis. Lima sila dalam Pancasila tidak lagi diterapkan secara optimal oleh para elit di negara ini.
"Maka kita ke lima inisiator Gerakan Kebajikan Pancasila ingin menghidupkan kembali nilai-nilai Pancasila dan diterapkan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Sehingga, tidak ada lagi kekerasan di Indonesia," ujarnya.
Gus Sholah juga berharap, pelaksanaan Pemilukada serentak yang akan dilangsungkan Rabu (9/12) bisa berjalan aman dan lacar. "Jangan ada lagi kekerasan pasca Pilkada. Yang kalah harus legowo, dan yang menang jangan membusungkan dada," katanya.
Gerakan Kebajikan Pancasila ini diprakarsai oleh lima orang yakni Buya Syafii Maarif, Sallahudin Wahid, Sabar Mangadoe, Saifullah Mashum dan Iman Partogi HS. (Antara/Mukafi Niam)
Terpopuler
1
Muktamar ke-35 NU Digelar 1-5 Agustus 2026, Penentuan Tuan Rumah Gunakan Empat Kriteria
2
KH Nurul Huda Djazuli: Saya Cinta NU, Saya Tak Ingin Melihat Pengurus Bertengkar, NU dan Pesantren Harus Menguatkan
3
Seruan 13 Kiai Sepuh tentang AHWA Jelang Pembukaan Munas dan Konbes NU 2026
4
Kepada Pengurus NU, KH Nurul Huda Djazuli: Tetap Ikhlas demi Menghidupkan NU
5
Rais Aam PBNU Kembali Gunakan Bahasa Arab dalam Khutbah Iftitah Munas-Konbes NU 2026
6
Ketum PBNU: Barokah Kiai Sepuh, Munas dan Konbes NU di Ploso Berjalan Sukses
Terkini
Lihat Semua