Gus Sholah Imbau Umat Beragama Tak Terpancing Isu Kekerasan
NU Online · Ahad, 12 Oktober 2014 | 18:07 WIB
Jombang, NU Online
KH Salahudin Wahid mengimbau seluruh umat beragama untuk tidak terpancing isu-isu kecil seperti kekerasan yang dilakukan Islamic State of Iraq and Syiria (ISIS) dan Front Pembela Islam (FPI). Sebaliknya harus saling menghargai dan tidak terbawa egoisme masing-masing.
<>
“ISIS itu sangat kecil, tidak bisa dijadikan patokan karena kecil karena ada yang mayoritas,” ungkap kiai yang akrab disapa Gus Sholah saat menerima kunjungan pihak Gereja Katholik Jawi Wetan di Tebuireng pada Ahad (12/10) pukul 11.30.
Pengasuh Pesantren Tebuireng tersebut juga menyoroti gerakan FPI yang cenderung menggunakan kekerasan. “Demo tidak setuju Ahok silakan saja, tapi ya jangan menggunakan kekerasan!” ungkapnya.
Menurut mantan Komisioner Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) ini, Ahok adalah figur baik, meski gaya bicara kurang baik. “Wajar saja manusia mana ada yang sempurna, kalau mau Ahok lengser tunggu saja 2017. Lah wong kita memilih dengan cara yang disepakati kan?” tambahnya.
Gus Sholah lalu menyanggah pernyataan Ben Affleck yang menyatakan kecerendungan Islam itu melakukan kekerasan. Menurutnya, Ben mengambil sampel gerakan minoritas yang tidak bisa mewakili umat Islam secara keseluruhan.
Ia menilai agama yang lain juga tak luput dari perilaku kekerasan terhadap yang lain. Ada sejarah berdarah dalam semua agama di dunia. “Entah kenapa itu bisa melenceng dari tujuan agama itu,” tanyanya.
Di akhir pidato, ia mengajak untuk menerapkan praksis atau muamalah dari setiap agama agar bisa mengetahui kebutuhan masyarakat. (Abror/Abdullah Alawi)
Terpopuler
1
Khutbah Jumat: Menyambut Dzulhijjah dengan Semangat Beribadah
2
Khutbah Jumat: Sejarah dan Keutamaan Hari Jumat sebagai Sayyidul Ayyam
3
LF PBNU Rilis Data Hilal Awal Dzulhijjah 1447 H, Idul Adha Berpotensi 27 Mei 2026
4
Rentetan Pembubaran Nobar Film 'Pesta Babi' Picu Kritik dan Perdebatan Publik
5
Khutbah Jumat: Jangan Iri Hati Ketika Orang Lain Lebih Sukses
6
MK Sebut Jakarta Masih Berstatus Ibu Kota Negara, Lalu IKN?
Terkini
Lihat Semua