Nama Asrul Sani pada medio 1940 hingga akhir hayatnyya amat melekat di masyarakat. Kaum politisi mengenalnya sebagai politikus. Orang-orang seni menghormatinya sebagai seniman besar dan serbabisa. Para sineas tak ragu lagi bersaksi bahwa Asrul adalah salah seorang tonggak perfilman nasional.
<>
Aktivis pergerakan budaya memahami betul bahwa ia sorang pemikir yang memiliki visi dan cita-cita tinggi, serta budayawan yang istiqomah. Ulama pun juga dekat dengan laki-laki kelahiran 10 Juni 1927 itu, karena karya-karyanya menjunjung sifat-sifat dan nilai-nilai agama untuk perkembangan peradaban negeri.
Situs Resmi NU atau NU Online mengingat sosok Asrul Sani yang juga tokoh Lesbumi NU dengan sebuah penghargaan kepada orang-orang yang dinilai memiliki perhatian, pikiran, tindakan serta keistiqomahan yang sejalan dengan tokoh kita ini, berupa: Hadiah Asrul Sani (HAS).
Pada tahun pertama 2013 ada lima kategori HAS untuk para pengabdi. Kategori itu adalah, pertama, Kesetiaan Berkarya. Kategori ini diterima oleh D. Zawawi Imron dari Madura, Jawa Timur. Kedua, Sineas Berbakti. Kategori ini diterima sineas Slamet Rahardjo Djarot dari Jakarta.
Ketiga, Penulis Serba Bisa. Kategori ini diterima penulis bernama Ahmad Tohari dari Banyumas, Jawa Tengah. Keempat, Tokoh Sejarah. Kategori ini diterima oleh qoriah dan biduwanita Rofiqoh Darto Wahab dari Bekasi, Jawa Barat.
Kelima, Pelestari Karya. Kategori ini diterima pelindung dan pelestari kaset serta piringan hitam dari Kutai, Kalimanatn Timur, Isha Anshori Harmaj.
HAS tahun 2013 dianugerahkan di sela acara Pidato Kebudayaan Muhammad Jadul Maula dengan judul Inikah Akhir Zaman Kebudayaan Kita?. Selain menampilkan baca puisi dari para penyair, tahun lalu santri Cilacap bernama Sagaf Faozata Adzkia menggesek biola. Ia bernampilan santri; berkopiah hitam, berkemeja panjang dan bersarung.
HAS tahun 2014 akan kembali digelar di gedung PBNU, Jumat 28 Maret mulai pukul 19.00. sebagaimana tahun lalu, hadiah tersebut akan dianugerahkan kepada lima orang dengan lima kategori. (Abdullah Alawi)
Terpopuler
1
Khutbah Idul Fitri: Menjaga Fitrah Setelah Ramadhan Berlalu
2
Khutbah Jumat: Istiqamah Pasca-Ramadhan, Tanda Diterimanya Amalan
3
Muslim Arab dan Eropa Rayakan Idul Fitri 1447 H pada Hari Jumat, 20 Maret 2026
4
Khutbah Jumat: Anjuran Membaca Takbir Malam Idul Fitri
5
Khutbah Idul Fitri 2026: Makna Kemenangan dan Kembali Ke Fitrah
6
Khutbah Idul Fitri Bahasa Arab 2026: Jadilah Hamba Sejati, Bukan Hamba Musiman: Konsistensi dalam Ketaatan Setelah Ramadhan
Terkini
Lihat Semua