Hari Kesehatan, PBNU Minta BPJS Tingkatkan Kualitas Pelayanan
NU Online · Selasa, 12 November 2019 | 07:45 WIB
“Sebagai Ketua PBNU saya mengucapkan selamat atas capaian pembangunan bidang kesehatan,” ungkap dokter Ahli Epidemiologi ini di Jakarta, Senin (11/11).
Namun, kata dia, PBNU juga memberi catatan agar masalah pembiayaan kesehatan BPJS dapat ditangani pemerintah dengan baik dengan disertai peningkatan kualitas pelayanan. Lebih dari itu, pemerintah juga harus melakukan langkah pencegahan terhadap penyakit dan melakukan promosi pola hidup sehat lebih masif kepada masyarakat.
“Sesuai amanat muktamar Jombang 2015, mari kita tingkatkan fasilitas kesehatan di lingkungan PWNU dan PCNU dengan pendirian rumah sakit dan klinik pratama. Warga NU hendaknya menyadari dan memperaktikan perilaku hidup sehat. Pesantren-pesantren NU juga diharapkan mengembangkan pesantren sehat. NU maju, Indonesia maju,” jelasnya.
Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj juga memiliki perhatian terhadap dunia kesehatan, terutama kepada warga NU, dan bangsa Inonesia secara umum.
Di Hari Kesehatan Nasional ini, kiai yang pernah menjadi santri Kempek, Lirboyo, Krapyak, dan Ummul Qurra Mekkah, berdoa agar bangsa Indonesia mendapatkan bimbingan lindungan dari Allah Subhanahu wa Ta’ala agar dijauhkan dari penyakit berbahaya, terbebas dari bencana alam, dan berharap masyarakat bisa menjaga kesehatan.
Pengasuh Pondok Pesantren Al-Tsaqofah Ciganjur, Jakarta Selatan ini berpendapat, kesehatan masyarakat sangat penting agar bangsa Indonesia menjadi umat yang aktif, produktif, dan berkualitas.
“Al-aqlus salim fil jismis salim. Akal yang cerdas berada pada fisik yang sehat yang sempurna,” lanjutnya.
Pewarta: Abdullah Alawi
Terpopuler
1
Besok Rebo Wekasan, Berikut Amalan dan Doa yang Dianjurkan
2
Alma Esbeye Siap Tampil Meriahkan Muktamar Ke-35 NU di Tambakberas
3
Ngaji Al-Hikam, Perlu Fase Menepi dari Ketenaran dalam Hidup
4
Muktamar Ke-35 NU Bahas Revisi UU Sisdiknas dan Ketenagakerjaan, hingga Qanun Jinayat Aceh
5
Muktamar ke-35 NU Bahas Hukum DNA, Kripto, hingga Pasang Chip di Otak
6
Indonesia Peringkat Kedua Kasus DBD Terbesar di Dunia, PDNU Nilai Pencegahan Belum Optimal
Terkini
Lihat Semua