Hasil dari Halaqah Fiqih Peradaban Jadi Acuan Kehidupan Berbangsa dan Bernegara
NU Online · Jumat, 9 Desember 2022 | 07:45 WIB
Para narasumber Halaqah Fiqih Peradaban menyampaikan materinya. Kegiatan digelar di Pondok Pesantren NU Darul Falah, Mataram, Kamis (8/12/2022). (Foto: NU Online/Hadi)
Samsul Hadi
Kontributor
Mataram, NU Online
Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menggelar Halaqah Nasional Fiqih Perabadan dengan fokus bahasan tentang fiqih siyasah dan negara bangsa di Pondok Pesantren NU Darul Falah Kelurahan Pagutan Kecamatan Mataram, Kota Mataram, Kamis (8/12/2022).
Ketua Lembaga Bahtsul Masail Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (LBM PBNU), KH Mahbub Maafi dalam sambutannya menyampaikan, kegiatan ini adalah salah satu halaqah nasional dari 200 lebih halaqah yang selenggarakan oleh PBNU dan nanti hasilnya akan dirangkum menjadi acuan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
Halaqah nasional ini lanjutnya diharapkan dapat memberikan kontribusi yang sesuai dengan prinsip-prinsip yang digariskan oleh Islam. Yakni al-'adalah (keadilan), al-hurriyyah (kebebasan), al-musawah (kesetaraan), as-syura (permusyawaratan), dan raqabatul ummah (kontrol sosial).
"Prinsip ini juga bukan hanya dapat diterapkan dalam sistem ketatanegaraan. Akan tetapi, bisa juga untuk hal-hal lain," jelasnya.
Sementara itu, Pimpinan Podok Pesantren NU Darul Falah Kota Mataram TGH Muammar Arafat menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya untuk PBNU yang telah memilih pondok pesantren yang didirikan oleh TGH Abhar Muhyiddin itu menjadi tuan rumah penyelenggaraan halaqah fiqih peradaban.
"Sangat bangga rasanya kita yang hadir ini, menjadi bagian dari orang ikut membangun (konsep) peradaban," ujar putra TGH Mustiadi Abrar yang saat ini juga memenjabat ketua PCNU Kota Mataram ini.
Pantuan NU Online tanpak hadir saat pembukaan, para pimpinan pondok pesantren se-Pulau Lombok, Rais PCNU Kota Mataram TGH Ahmad Madani, Rais PCNU Lombok Barat, TGH Muzhar Bukhari, Dandim 1606, Arif Rahman, dan pejabat lainnya.
Halaqah berlangsung sehari dari pagi sampai sore, dengan 4 (empat) narasumber, yaitu KH Mahbub Maafi, Ketua LBM PBNU, Harfin Zuhdi, Dosen UIN Mataram, Habib Mujtaba bin Syahab, Sekretaris Majelis Muwassolah, dan TGH Zafrul Fauzan Tabrani, Pengasuh Pondok Pesantren Darul Falah.
Peserta halaqah sebanyak 200 orang. Mereka dari PCNU Se-Pulau Lombok, pimpinan pondok pesantren se-Pulau Lombok, alumni dari pesantren, unsur perguruan tinggi di Nusa Tenggara Barat, alumni Timur Tengah, pimpinan Ormas Islam di NTB, dan dari elemen lainnya.
Kontributor: Hadi
Editor: Syamsul Arifin
Terpopuler
1
Khutbah Jumat: Beribadah Bukan Transaksi, Meluruskan Hubungan antara Hamba dengan Tuhan
2
Khutbah Jumat: Spirit Sumpah Pemuda, Jangan Bungkam Suara Anak Muda yang Peduli Bangsa
3
Khutbah Jumat: Pentingnya Menolong Tetangga di Tengah Kesulitan Ekonomi
4
Khutbah Jumat: 3 Alasan Pemerintah Wajib Mendengarkan Aspirasi Rakyat
5
NU Online Raih AMSI Awards 2026 Kategori Inovasi Strategi dan Engagement Terbaik
6
Prabowo Sebut Ada Kelompok yang Ingin Indonesia Terpecah
Terkini
Lihat Semua