Hasyim Muzadi Hadirkan Ulama Timur Tengah Bahas ISIS
NU Online · Rabu, 29 Oktober 2014 | 10:06 WIB
Jakarta, NU Online
Pengasuh Pondok pesantren Al-Hikam Depok KH Hasyim Muzadi akan menggelar seminar yang membahas khusus soal ISIS dengan menghadirkan tokoh dan ulama dari Iraq dan Syiria. Presiden ke-5 RI Megawati Soekarnoputeri diagedakan menjadi keynote speaker. <>
Seminar dengan tema konflik dan proses demokratasi di Timur Tengah ini berlangsung tanggal 30-31 oktober 2014. Sejumlah pembicara hadir. Antara lain dewan waqf sunni iraq, dewan waqf iraq, Kemenlu Iraq, BNPT Iraq, Jenderal Moeldoko, Jenderal Sutarman, dan Ansyad Mbai.
Seminar ini juga menghadirkan Najih Ibrahim (Mesir), Bhasar Samarah (Syria), duta besar palestina Farez Mehdawi, Direktur Timteng Kemenlu Febrian Alphyanto Ruddyard.
"Seminar ini ingin akar masalah masalah ISIS dari orang Iraq dan Syiria sendiri. Karena itu, tokoh Iraq dan Syiria dihadirkan ke Indonsia," kata panitia bidang media, Ahmad Millah Hasan, di Jakarta, Senin (27/10/2014).
Menurutnya, selama ini orang Indonesia mendapat informasi tentang Negara Islam Irak dan Syiria atau ISIS sepotong sepotong. Dengan seminar ini, diharapkan akan mememberikan pemahaman mendalam tentang ISIS. Mengigat masalah ISIS dampaknya bisa ke Indonesia.
"Perkembangan politik, kebangsaan dan keagamaan di kawasan Timur Tengah, terus diwarnai kekerasan dan berpotensi mengancam stabilitas kemananan dunia," kata alumni pesantren Tarbiyatut Tholabah ini.
Meski jarak antara Indonesia dan Kawasan Timur Tengah sangat jauh, namun Konstelasi konflik dan ketegangan di Timur Tengah selalu berdampak pada situasi nasional dan ke-Indonesian. Hal ini terbukti dengan munculnya aktor-aktor atau aktifis Islam Indonesia yang bersimpati dan mendukung gerakan ISIS.
"Begitu juga terdapat sejumlah warga Indonesia yang bergabung dengan gerakan oposisi Syria yang berjuang untuk menggulingkan pemerintahan Presiden Bashar Abad," jelas mantan aktivis IPNU dan PMII ini.
Dikatakan, seminar dirancang oleh International Conference of Islamic Scholars (ICIS) bekerjasama dengan Kementerian Luar Negeri RI dan BNPT untuk memperbarui informasi mengenai situasi dan perkembangan Timur Tengah sebagai bagian untuk menjaga stabilitas dan keamanan Indonesia. (Red: Anam)
Terpopuler
1
Khutbah Jumat: Menyambut Dzulhijjah dengan Semangat Beribadah
2
LF PBNU Rilis Data Hilal Awal Dzulhijjah 1447 H, Idul Adha Berpotensi 27 Mei 2026
3
Khutbah Jumat: Sejarah dan Keutamaan Hari Jumat sebagai Sayyidul Ayyam
4
Rentetan Pembubaran Nobar Film 'Pesta Babi' Picu Kritik dan Perdebatan Publik
5
Khutbah Jumat: Jangan Iri Hati Ketika Orang Lain Lebih Sukses
6
MK Sebut Jakarta Masih Berstatus Ibu Kota Negara, Lalu IKN?
Terkini
Lihat Semua