Ini Pendapat Veve Zulfikar Soal Istilah Non Muslim-Kafir
NU Online · Jumat, 8 Maret 2019 | 01:30 WIB
Jakarta, NU Online
Veve Zulfikar, sang pelantun shalawat Nahdliyyah yang cukup populer itu ikut menanggapi kontroversi istilah non muslim dan kafir yang viral setelah Munas NU di Citangkolo, Banjar, Jawa Barat. Hal itu ia ungkapkan di akun instagramnya @veve_zulfikar pada Kamis (7/3).
"Banyak yg nanya ke Veve bagaimana pendapat Veve tentang NU menyebut Non Muslim bagi org2 yang tidak beragama Islam," tulis penyanyi cantik bernama lengkap Veryal Eisha Aqila Zulfikar ini.
"Setelah Veve nanya2 ke Abi @zulfikar_bsy , Veve menyimpulkan," lanjutnya.
"Menurut Veve sih nggak masalah, karena para Ulama' NU juga udah menjelaskan dg gamblang bahwa ini konteksnya Ke-Bhinekaan. (Kebangsaan). Muammalah. Pergaulan sehari2. Bagaimana cara kita bergaul dg ummat beragama lainnya,” ungkap gadis kelahiran Jombang, 7 Juli 2003 ini.
Namun kalau hubungannya dengan aqidah, maka istilah kafir tidak bisa dihapuskan.
"Kalo konteksnya Aqidah, istilah kafir ya tetap lah. Dan kaum santri udah pasti tau istilah kafir itu ditujukan buat siapa," ungkap kader kehormatan IPPNU ini kepada follower-nya.
Ia menegaskan, dalam berdakwah, NU meneruskan metode dakwahnya para Walisongo. Dakwah itu merangkul bukan memukul. Dakwah itu mengobati, bukan menyakiti. Dan termasuk diantaranya contoh dari tidak menyakiti adalah tidak memakai kata-kata yang menurut pemahaman mereka, menyakitkan.
“Ini juga salah satu bentuk aplikasi dakwah bil hikmah wal mau'idzotil hasanah (baca QS An-Nahl 125)," tulis puteri pertama Ustadz Qori Zulfikar ini.
Tidak hanya itu, Juara Musabaqoh Tilawah Al-Quran MTQ SD/MI sederajat Propinsi Jawa Timur (2012) ini menjelaskan, bahwa keputusan Munas NU itu hanya mengganti Istilah dalam pergaulan sehari-hari saja, bukan mengganti, atau apalagi menghapus apa yang telah ditulis dalam Al-Qur'an.
"Bukan menghilangkan kata Kafir, tapi memandu cara penggunaannya. Bukan meremehkan Alloh Robbul 'Izzati. Astagfirulloh. Please, kalo benci sama NU jangan lebay yaa....Yg dibilang Kafir, sesat, liberal, membuat agama baru, dll. Sedikit2 digoreng, sedikit2 digoreng. Ingat...klo nggorengnya pake api terlalu gedhe, percikan apinya bisa mengenai Si Penggorengnya lhoo. Malah bisa meledak," canda Veve, yang tak lupa menggunakan hastag #akuNU #banggaNU di akhir postingannya. (Ahmad Naufa/Aryudi AR)
Terpopuler
1
Muktamar ke-35 NU Digelar 1-5 Agustus 2026, Penentuan Tuan Rumah Gunakan Empat Kriteria
2
KH Nurul Huda Djazuli: Saya Cinta NU, Saya Tak Ingin Melihat Pengurus Bertengkar, NU dan Pesantren Harus Menguatkan
3
Seruan 13 Kiai Sepuh tentang AHWA Jelang Pembukaan Munas dan Konbes NU 2026
4
Rais Aam PBNU Kembali Gunakan Bahasa Arab dalam Khutbah Iftitah Munas-Konbes NU 2026
5
Ketum PBNU: Barokah Kiai Sepuh, Munas dan Konbes NU di Ploso Berjalan Sukses
6
Sidang Pleno II Munas-Konbes, Ketum PBNU Sebut Pelatihan Kader NU Jadi Fondasi Meritokrasi
Terkini
Lihat Semua