Instruktur Nasional Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda Ansor KH Ahmad Nadhif mengatakan, NU dan Ansor beserta badan otonom NU lainnya didirikan bertujuan untuk memperjuangkan dan membentengi ajaran Ahlussunnah wal-Jama’ah (Aswaja).
Hal ini ditegaskannya saat menjadi pembicara dalam Pelatihan Kader Dasar (PKD) angkatan ke IV Pimpinan Cabang GP Ansor Tulungagung, 18 April lalu di Tiudan, Kecamatan Gondang, Tulungagung, Jawa Timur.
Untuk itu, kata pria yang akrab disapa Gus Nadhif, ini Ansor beserta Bansernya harus menjadi garda terdepan untuk mempertahankan dan mengembangkan ajaran Aswaja ini. “Tugas Ansor dan Banser adalah mempertahankan dan mengembangkan ajaran ini,” tandasnya.
Menurutnya, Aswaja adalah paham yang berpegang teguh kepada Al-Qur’an, hadits, ijma’, dan qiyas. Dalam fiqih menganut pada mazhab yang empat, Imam Syafi’i, Hanafi, Maliki, dan Hanbali. Juga mengikuti Al-Asy’ari dan Al-Maturidi dalam bidang akidah. Sementara dalam bidang tasawuf mengikuti Junaid Al-Baghdadi dan Imam Ghazali.
Aswaja diikuti mayoritas umat Islam di Indonesia khususnya NU. Karena di dalamnya mempuyai beragam konsep yang jelas dan dilandasi dengan dalil-dalil yang qath’i. Adapun salah satu konsep yang terkandung dalam ajaran Aswaja yaitu, tawasuth, tasamuh, tawazun, dan amar ma’ruf nahi mungkar.
Yang dimaksud tawasuth (moderat), adalah sebuah sikap keberagamaan yang tidak terjebak terhadap hal-hal yang sifatnya ekstrim. Tasamuh, sebuah sikap keberagamaan dan kemasyarakatan yang menerima kehidupan sebagai sesuatu yang beragam. Tawazun (seimbang), adalah sebuah keseimbangan keberagamaan dan kemasyarakatan yang bersedia menghitungkan berbagai sudut pandang, dan kemudian mengambil posisi yang seimbang proporsional. “Amar ma’ruf nahi mungkar, mengajak kepada kebaikan dan mencegah kepada kemungkaran,” katanya.
Ajaran Ahlussunnah wal-Jama’ah, lanjutnya, adalah sebagai benteng akidah amaliah warga NU. Tantangan besar yang dihadapi warga NU, yaitu mewaspadai beberapa aliran yang akhir-akhir ini mulai berkembang di Indonesia.
Pelatihan Kader Dasar angkatan ke IV ini diikuti 84 peserta. Mereka utusan dari beberapa ranting GP Ansor di Kecamatan Gondang Tulungagung. Meski pelatihan tingkat Cabang, PKD angkatan IV ini termasuk pelatihan yang istimewa karena dihadiri instruktur nasional. Selain Gus Nadhif, ada Kepala Satkornas Banser H Alfa Isneini, Abdul Azis, H Imam Kusnin Ahmad, dan beberapa instruktur PW Ansor Jawa Timur. (Red/Abdullah Alawi)
Terpopuler
1
RAPBN 2027 untuk Program MBG Capai Rp240 Triliun, Setara 29 Persen dari Anggaran Pendidikan
2
Gus Ipul Targetkan DPT Muktamar Ke-35 NU Rampung 17 Agustus 2026, Sebut Progres SK 95 Persen
3
Kompensasi kepada Pemilih dengan Dalih Transportasi atau Ongkos Kerja untuk Memengaruhi Pilihan adalah Haram dan Suap
4
PWNU dan PCNU Se-DIY Tolak Politik Uang dalam Proses Muktamar NU
5
RAPBN 2027 Dana Pendidikan Rp240 Triliun untuk MBG, JPPI: Jangan Pelintir Putusan MK
6
Jusuf Kalla Buka Suara soal Kerusuhan di Aceh: Konflik Internal, Bukan ke Pemerintah Pusat
Terkini
Lihat Semua