IPNU Kembali Desak Pemerintah Evaluasi Keberadaan Rohis
NU Online · Sabtu, 22 Desember 2012 | 05:33 WIB
Subang, NU Online
Pimpinan Pusat Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) kembali mendesak pemerintah mengevaluasi keberadaan dan kegiatan Rohani Islam (Rohis) di kalangan pelajar dan Lembaga Dakwah Kampus (LDK). <>
Dalam Seminar Deradikalisasi di Kantor PWNU Jawa Barat, Bandung, Jumat (21/12), Ketua Umum Pimpinan Pusat IPNU Khairul Anam mengungkapkan, radikalisme muncul secara sistematik yaitu dengan memanfaatkan keberadaan Rohis maupun LDK di sekolah dan kampus.
Dalam kesempatan itu, ia mendesek pemerintah untuk memperketat penyeleksian guru-guru yang akan mengajar, terutama guru yang akan mengajar pada mata pelajaran agama.
“Pemahaman agama yang tidak sesuai, juga menyebabkan maraknya tingkat tawuran maupun tindakan kekerasan lainya," ungkap dalam seminar bertajuk Gerakan Muda dan Radikalisme: Ikhtiar Menangkal Aksi Kekerasan dan Radikalisme di Kalangan Pemuda.
Masalahnya, guru yang mengajar di Rohis maupun LDK bukan dari internal sekolah maupun kampus, melainkan dari luar.
“Dalam hal ini kita dari IPNU meminta kepada pemerintah agar mengevaluasi keberadaan Rohis karena radikalisme muncul secara sistematik yaitu dengan memanfaatkan keberadaan Rohis baik di sekolah maupun di kampus-kampus," pungkasnya.
Redaktur : A. Khoirul Anam
Kontributor: Zaenal Mutaqin
Terpopuler
1
Diduga Tertipu Program MBG, 13 Pengasuh Pesantren Minta Pendampingan ke LBH Ansor
2
Jadwal Puasa Sunnah Selama Mei 2026
3
Pelaku Pelecehan Santriwati di Pati Sudah Dinonaktifkan
4
KPAI Desak Proses Hukum Tegas Kekerasan Seksual terhadap 17 Santri di Ciawi Bogor
5
Hari Buruh 2026: Prabowo Wacanakan Penurunan Potongan Aplikator Ojol hingga di Bawah 10 Persen
6
10 Tuntutan BEM SI dalam Aksi Hari Pendidikan Nasional 2026 di Jakarta
Terkini
Lihat Semua