10 Tuntutan BEM SI dalam Aksi Hari Pendidikan Nasional 2026 di Jakarta
NU Online · Sabtu, 2 Mei 2026 | 21:30 WIB
Haekal Attar
Penulis
Jakarta, NU Online
Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) menggelar aksi dalam rangka memperingati Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026 di kawasan Patung Kuda, Jakarta Pusat, Sabtu (2/5/2026).
Melalui keterangan yang diterima NU Online, BEM SI mendesak pemerintah untuk mengembalikan arah kebijakan nasional di sektor pendidikan. Mereka menilai ketimpangan akses dan kualitas pendidikan antarwilayah masih sangat tajam, khususnya antara daerah perkotaan dan wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).
“Di banyak daerah pelosok, peserta didik masih menghadapi keterbatasan sarana, kekurangan guru, hingga jarak tempuh yang jauh menuju sekolah,” demikian keterangan yang dikutip NU Online.
Berikut 10 tuntutan massa aksi BEM SI:
- Reformasi tata kelola anggaran pendidikan, pemisahan anggaran pendidikan publik dengan kedinasan, serta penghentian komersialisasi pendidikan berlebihan.
- Evaluasi Permendikbud Nomor 55 Tahun 2024 guna melindungi hak asasi korban kekerasan seksual di lingkungan kampus.
- Mendesak pemerintah pusat dan daerah menjadikan pendidikan sebagai prioritas substantif, bukan sekadar formalitas anggaran.
- Menuntut pemerataan akses pendidikan berkualitas hingga wilayah 3T, pelosok, dan kelompok rentan.
- Mendesak peningkatan kesejahteraan guru serta penyelesaian status guru honorer secara adil, transparan, dan bermartabat, disertai pemerataan distribusi guru dan reformasi sistem rekrutmen.
- Menuntut rehabilitasi sekolah rusak serta pemenuhan sarana dan prasarana pendidikan yang layak di seluruh Indonesia.
- Mendesak kebijakan pendidikan yang konsisten, berbasis data, dan berorientasi jangka panjang.
- Mendorong pendidikan karakter yang nyata, kontekstual, serta berakar pada nilai kebangsaan dan kearifan lokal.
- Menuntut transparansi dan pengawasan ketat terhadap seluruh penggunaan anggaran pendidikan.
- Mendesak revisi pembahasan Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional (UU Sisdiknas) dengan melibatkan partisipasi masyarakat sipil.
Selain menyampaikan tuntutan, massa aksi juga membawa berbagai poster dan spanduk sebagai bentuk protes terhadap kondisi pendidikan nasional.
“MBG dikebut, pendidikan kalang kabut,” tulis salah satu spanduk.
“Gelap gulita pendidikan,” tulis poster lain yang dibawa peserta aksi.
Terpopuler
1
Gus Kikin Kenang Perjuangan Nyai Machfudhoh Aly Ubaid untuk NU
2
Kiai Miftach Ingatkan Pentingnya Wirid hingga Akhir Hayat
3
Data Hilal Awal Bulan Jumadal Ula 1448 H
4
Status Gunung Anak Krakatau Siaga, Masyarakat Dilarang Beraktivitas dalam Radius 5 Km
5
Kemenhaj Cabut Izin KBIHU Al-Fatah karena Palsukan Data Dam dan Badal Haji
6
Material Pemadam Karhutla dari Brasil Diuji di Sumsel, Diklaim 10 Kali Lebih Efektif
Terkini
Lihat Semua