IPPNU Sumbar Antisipasi Radikalisme Dikalangan Pelajar
NU Online · Jumat, 31 Agustus 2012 | 06:38 WIB
Padang, NU Online
Kalangan pelajar Indonesia merupakan asset bangsa yang tak ternilai dalam merawat keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Untuk itu, eksistensi pelajar harus dibentengi dengan nilai-nilai kebangsaan dan mengantisipasinya dari gerakan radikalisme agama yang belakangan ini makin marak di Indonesia.<>
Ketua Pimpinan Wilayah  Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (PW IPPNU) Sumatera Barat Fitri Angraini menyebutkan hal itu di sela-sela persiapan seminar bertema Mengantisipasi Radikalisme Agama Di Kalangan Pelajar, Kamis (30/8/2012) di sekretariat PW IPPNU Sumbar jalan Ciliwung NO. 10 Padang.
Menurut Fitria, pelajar sebagai generasi bangsa yang tengah mempersiapkan dirinya dengan ilmu pengetahuan dan keterampilan harus diberikan wawasan kebangsaan dan peran apa yang harus dilakukannya.Â
âJangan sampai pelajar kelak melakukan kekerasan terhadap kelompok lain yang berbeda keyakinan, paham dan pendapat. Padahal agama selalu mengajarkan kedamaian, saling menghormati dan menghargai adanya  perbedaan di muka bumi ini,â kata Fitria didampingi Ketua Seminar Ratifah Hadi.
Ditambahkan, untuk  antisipasi gerakan radikal agama dikalangan pelajar tersebut, PW IPPNU Sumbar menyelenggarakan seminar sehari yang digelar Sabtu (1/9/2012) di sekretariat PW IPPNU Sumbar. Seminar menampilkan  Gubernur Sumatera Barat, Kepala Kemenag Sumbar,  Kepala Dinas Pendidikan Sumbar, Ketua Umum PP IPPNU Margaret Aliyatul Maimunah.
Selain seminar, juga  dilaksanakan  Pelantikan Pengurus Se-Sumbar dan Masa Kesetiaan Anggota (Makesta) dengan tema  Membentuk Pelajar Putri yang Berwawasan Luas dan Berjiwa Kepemimpinan. Acara berlangsung hingga Minggu (2/9/2012).
âMomen ini untuk meningkatkan konsolidasi IPPNU Sumatera Barat. Makesta  diikuti PC IPPNU se-Sumbar yang terdiri dari pelajar, santri dan mahasiswi,â kata Fitria menambahkan.Â
Redaktur  : Mukafi Niam
Kontributor: Bagindo Armaidi Tanjung
Â
Terpopuler
1
Muktamar ke-35 NU Digelar 1-5 Agustus 2026, Penentuan Tuan Rumah Gunakan Empat Kriteria
2
KH Nurul Huda Djazuli: Saya Cinta NU, Saya Tak Ingin Melihat Pengurus Bertengkar, NU dan Pesantren Harus Menguatkan
3
Seruan 13 Kiai Sepuh tentang AHWA Jelang Pembukaan Munas dan Konbes NU 2026
4
Rais Aam PBNU Kembali Gunakan Bahasa Arab dalam Khutbah Iftitah Munas-Konbes NU 2026
5
Ketum PBNU: Barokah Kiai Sepuh, Munas dan Konbes NU di Ploso Berjalan Sukses
6
Sidang Pleno II Munas-Konbes, Ketum PBNU Sebut Pelatihan Kader NU Jadi Fondasi Meritokrasi
Terkini
Lihat Semua