Jakarta, NU Online
Sekolah Tinggi Agama Islam Nahdlatul Ulama (STAINU) Jakarta dalam waktu tidak lama lagi diharapkan segera memeroleh izin operasional dari Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Dirjen Dikti) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) untuk bertransformasi menjadi Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Jakarta.
<>
Pada tanggal 24 April ini Tim 7 pendirian UNU Jakarta akan mempresentasikan proposal. Jika disetujui akan dilanjutkan dengan visitasi tim Dikti yang akan dijadikan pihak Dikti untuk mengelurkan izin.
“Kita berharap tahun ini sudah bisa keluar izinya. Kami mohon doa dan dukungan semuanya," kata Muhammad Afifi, Sekretaris Tim 7 pendirian UNU Jakarta, kepada NU Online, Jum'at (4/4).
Wakil Ketua I Bidang Akademik STAINU Jakarta Dr Mamat S Burhanuddin menjelaskan proses peningkatan STAINU menjadi UNU bukan serta merta sebuah keberhasilan, namun justru tugas berat selanjutnya sudah menanti STAINU Jakarta.
“Sebab izin akan dicabut kembali jika kita tidak mampu menjalankan perguruan tinggi sebagai sebuah universitas,” tutur Dr Mamat yang juga Kasubdit Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren di Kemenag Pusat ini.
Pria yang juga Wakil Ketua PP LP Ma’arif NU ini pun mengingatkan STAINU Jakarta agar mempersiapkan segala sesuatunya terutama proses akreditasi sebagai sebuah universitas.
“Maksimal hingga satu tahun ke depan yaitu April 2015, STAINU Jakarta harus memenuhi persyaratan akreditasi sebuah universitas agar izin operasional UNU nantinya tidak dicabut kembali,” tegas Mamat. (Fathoni/Abdullah Alawi/Anam)
Terpopuler
1
Khutbah Jumat: Memasuki Bulan Maulid, Sudahkah Kita Meneladani Akhlak Rasulullah?
2
Para Kiai Sepuh Sampaikan Seruan Moral Jelang Muktamar Ke-35 NU, Soroti Penggalangan Dukungan Calon AHWA
3
Khutbah Jumat: Belajar Menjadi Orang yang Amanah dan Profesional dari Rasulullah
4
Kiai-Kiai Sepuh Harap Muktamar Ke-35 NU Berjalan Baik, Jujur, Adil, dan Berakhlakul Karimah
5
Khutbah Jumat: Membantu Korban Bencana, Cara Kita Mengamalkan Perintah Allah
6
Data Terbaru Gempa NTT: 78 Meninggal Dunia, 907 Luka-Luka, 92 Ribu Warga Mengungsi, 4.256 Gempa Susulan
Terkini
Lihat Semua