JQHNU Pusat Lantik Pengurus IMQNU, Dorong Penguatan Metode Pengajaran Al-Qur’an dan Sertifikasi Guru Ngaji
NU Online · Kamis, 27 Agustus 2026 | 09:52 WIB
Jam’iyyatul Qurra wal Huffazh Nahdlatul Ulama (JQHNU) Pusat menggelar seminar nasional dan deklarasi Ittihad Murobbil Qur'an Nahdlatul Ulama (IMQNU). (Dok. Miftakhul Jannah/NU Online).
Miftakhul Jannah
Kontributor
Jombang, NU Online
Jam’iyyatul Qurra wal Huffazh Nahdlatul Ulama (JQHNU) Pusat menggelar seminar nasional dan deklarasi Ittihad Murobbil Qur'an Nahdlatul Ulama (IMQNU) di SMK Kreatif Chasbullah, Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Tambakberas, Jombang, Rabu (26/8/2026).
Seminar ini dihadiri oleh guru ngaji, ustadz/ ustadzah Taman Pendidikan Al-Qur'an, murobbil qur'an, pengasuh TPQ, pengurus NU, tokoh pesantren, dan pejuang pendidikan Al-Qur'an se-Indonesia.
Dalam seminar nasional yang bertajuk Peran TPQ dalam Membangun Peradaban Generasi Qur'ani ini, disebutkan terkait peran-peran Taman Pendidikan Qur'an (TPQ) dalam membina akhlak anak bangsa menjadi lebih baik dan sejalan dengan cita-cita Nahdlatul Ulama.
Ketua Pimpinan Wilayah (PW) Lembaga Pengembangan dan Pembelajaran Al-Qur'an (LP4Q) JQHNU Jawa Timur, KH Khoiruddin Abdul Qadir menjelaskan terkait adanya hal-hal yang perlu diluruskan dalam metode pengajaran Al-Qur'an, terutama upaya mengembalikan pengajaran Al-Qur'an sesuai sanad keilmuan Nahdlatul Ulama.
"Di beberapa tempat terjadi fenomena pengajaran Al-Qur'an di lembaga belajar mengaji NU tetapi metode belajarnya tidak merujuk ke NU. Banyak kejadian di mana pengajaran Al-Qur'an NU tidak menjadi prioritas," ujarnya.
Baca Juga
Jangan Remehkan Peran Guru Ngaji
Sehubungan dengan hal tersebut, kiai Khoiruddin mengajak kepada para peserta seminar untuk mendidik anak-anak sesuai dengan apa yang telah diwariskan oleh para kiai Nahdlatul Ulama, terutama yang terkait dengan pembelajaran Al-Qur'an.
Ia mengingatkan bahwa anak-anak adalah aset masa depan yang harus dididik dengan baik sedini mungkin. "Di TPQ, anak-anak yang sekarang ini kita didik adalah pengurus NU di masa-masa yang akan datang," jelasnya.
Baca Juga
Metode Pembelajaran TPQ Harus Kreatif
Sementara itu, Asesor JQHNU Pusat KH Muhyiddin Maksum menyebutkan bahwa pentingnya sertifikasi untuk guru ngaji dan pengajar Al-Qur'an agar bacaan Al-Qur'an yang diajarkan di TPQ dapat dipertanggungjawabkan.
"Perlu adanya sertifikasi guru ngaji minimal yaitu di lingkungan Nahdlatul Ulama ini. Biar kompetensi guru ngaji itu betul-betul bisa dipertanggungjawabkan," ujarnya.
Berkenaan dengan pelantikan IMQNU, KH Muhyiddin Maksum berharap agar IMQNU dapat menjadi wadah bagi guru-guru ngaji agar semakin mudah untuk mengikuti sertifikasi dan mendapat sertifikat sebagai pengajar Al-Qur'an professional.
"Harapan kami nanti guru-guru ngaji yang ada, khususnya di Indonesia ini bisa bersertifikasi, syukur-syukur nanti IMQNU ini betul-betul bisa difasilitasi oleh Pengurus Besar Nahdlatul Ulama, dan akhirnya guru ngaji Nahdlatul Ulama punya wadah di negeri kita yang tercinta ini," pungkasnya.
Kontributor: Miftakhul Jannah
Terpopuler
1
Khutbah Jumat: Beribadah Bukan Transaksi, Meluruskan Hubungan antara Hamba dengan Tuhan
2
NU Online Institute Buka Seleksi Beasiswa Kuliah di Malaysia bagi Santri, Ini Syarat dan Jadwalnya
3
Khutbah Jumat: Spirit Sumpah Pemuda, Jangan Bungkam Suara Anak Muda yang Peduli Bangsa
4
Lula Menangkan Pilpres Brasil, Cetak Sejarah dengan Empat Kali Masa Jabatan
5
Khutbah Jumat: Pentingnya Menolong Tetangga di Tengah Kesulitan Ekonomi
6
Alvin Tedjo, Pria Keturunan Indonesia yang Terpilih sebagai Wali Kota Mississauga di Kanada
Terkini
Lihat Semua