Total 50 Juta Rupiah, LAZISNU Kota Depok Salurkan THR untuk Guru Ngaji
Rabu, 26 Maret 2025 | 08:00 WIB

Rais Syuriyah KH Damanhuri didampingi Ketua PCNU Depok KH Achmad Solechan dan Ketua LAZISNU Kota Depok Muhtar Said secara simbolis menyalurkan dana THR kepada guru ngaji kepada perwakilan 150 guru ngaji se-Depok, Rabu (25/3/2025). (Foto: NU Online/Risky)
Achmad Risky Arwani Maulidi
Kontributor
Depok, NU Online
Lembaga Amil Zakat Infak dan Sedekah Nahdlatul Ulama (LAZISNU) Kota Depok resmi meluncurkan Koin Digital NU. Dalam acara tersebut, LAZISNU Kota Depok menyalurkan Tunjangan Hari Raya (THR) bagi guru ngaji dengan total 50 juta Rupiah.
Ketua LAZISNU Kota Depok Muhtar Said mengatakan program ini sebagai bentuk apresiasi NU kepada mereka yang setia mendampingi masyarakat akar rumput, terutama dalam belajar ilmu agama. Para guru ngaji, ia sebut sebagai tonggak utama dalam membangun kebudayaan.
Baca Juga
Tanpa THR, Guru Honorer Ikhlas Mengajar
"Ini sedikit apresiasi lah buat guru-guru ngaji yang punya dedikasi langsung kepada masyarakat," ujarnya kepada NU Online di sela-sela Gebyar Ramadhan di Masjid Al-Mukhlasiin Sawangan kota Depok pada Selasa (25/3/2025).
Dilanjutkan, Dosen Ilmu Hukum Universitas Nahdlatul Ulama Indonesia (Unusia) itu mengatakan bahwa dalam lima bulan terakhir pihaknya telah mengantongi 311 juta Rupiah dana zakat, infak, dan sedekah. Dana tersebut lalu dialokasikan untuk kegiatan sosial keagamaan, termasuk bantuan THR guru ngaji.
Oleh karenanya, Said mengajak warga Nahdliyin terutama pengurus kota Depok untuk terus menjaga etos dalam membantu sesama. Hal ini baginya penting, sebab untuk mewujudkan cita-cita perjuangan para pendiri NU diperlukan konsolidasi antar banom dan lembaga. "Ini benar benar konsolidasi efektif dari segala lini," tegasnya.
Baca Juga
Jangan Remehkan Peran Guru Ngaji
Sementara itu, Guru Ngaji asal Kecamatan Limo Kota Depok Dedy Gunawan dan Nazwa asal Cipayung merasa senang dan terbantu dengan program ini. Pasalnya, program tersebut dapat memicu keistiqamahan guru ngaji untuk mengajarkan ilmu agama terutama Al-Quran.
"Dia berjuang untuk mengajari ngaji itu tidak merasa sendiri, ternyata ada yang memperhatikan, karena emang kebanyakan guru lekar itu orang-orang NU semua," ungkap pria yang mengaku mengajar ngaji selama 20 tahun itu.
Dedy juga mengutarakan bahwa pada dasarnya manusia tak mampu berjalan sendirian. Ia memerlukan kawan dalam berjuang. Oleh karenanya, ia berharap ke depannya agar pengurus-pengurus NU dapat merawat semangat gotong royong ini.
Selain agenda tersebut, PCNU Depok dalam Gebyar Ramadhan telah melaksanakan Bersih-bersih Masjid, Bazar dan penyaluran 200 paket beasiswa kepada yatim.
Terpopuler
1
Khutbah Idul Fitri 1446 H: Kembali Suci dengan Ampunan Ilahi dan Silaturahmi
2
Niat Zakat Fitrah untuk Diri Sendiri, Istri, Anak, Keluarga, hingga Orang Lain, Dilengkapi Latin dan Terjemah
3
Habis RUU TNI Terbitlah RUU Polri, Gerakan Rakyat Diprediksi akan Makin Masif
4
Fatwa Larangan Buku Ahmet T. Kuru di Malaysia, Bukti Nyata Otoritarianisme Ulama-Negara?
5
Kultum Ramadhan: Mari Perbanyak Istighfar dan Memohon Ampun
6
Gus Baha Anjurkan Zakat Diberikan kepada Keluarga Terdekat
Terkini
Lihat Semua